Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Polres Cilegon Lepas 11 Suporter Pelaku Perusakan

Tim Pikiran Rakyat
SALAH satu suporter mencium tangan ibunya saat Polres Cilegon melepas 11 suporter Perserang dan Volcano, di ruang rapat Polres Cilegon, Selasa 22 Oktober 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
SALAH satu suporter mencium tangan ibunya saat Polres Cilegon melepas 11 suporter Perserang dan Volcano, di ruang rapat Polres Cilegon, Selasa 22 Oktober 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Polres Cilegon membebaskan 11 suporter Perserang asal Kabupaten Serang dan Volcano dari Kota Cilegon, yang terlibat kericuhan ketika klub sepak bola Perserang bertanding melawan Cilegon United Football Club (CUFC), Senin 21 Oktober 2019. Para pemuda tanggung tersebut dikembalikan ke keluarganya, setelah Polres Cilegon memutuskan tidak memperkarakan perbuatan mereka.

Diketahui, dari 11 suporter yang ditangkap, 4 di antaranya adalah suporter volcano. Sisanya merupakan suporter Perserang. Mereka ditangkap lantaran melakukan provokasi, kekerasan, serta perusakan sejumlah bangunan di jalur Protokol Kota Cilegon.

Sementara 4 suporter Volcano ditangkap karena melakukan kekerasan serta membawa senjata tajam. Diketahui pula, pada insiden tersebut jatuh korban luka berat dari pihak Satbrimob Polda Banten.

Pantauan Kabar Banten, sebelum dilepas sejumlah orangtua dari 11 suporter didatangkan ke Polres Cilegon. Ini sebagai bentuk pembinaan terhadap orangtua para suporter, juga kepada para suporter sendiri selaku pelaku kekerasan, agar ke depan kekisruhan tidak terjadi kembali.

Saat itu, isak tangis menghiasi prosesi pelepasan para suporter. Mereka tampak menyesal dengan memeluk orang tua mereka sambil berurai air mata.

Masih di bawah umur

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengatakan, 11 suporter yang dikembalikan ke pihak keluarga bernama Suma, Muhromi, Bayu Redi, Khoirul,  Novrialdi, Rifki, Aji Mawarmi, Amas, Andi, Riski dan Sukma Sasnada. 

“Mereka kami bebaskan karena rata-rata masih di bawah umur. Selain itu, kami lebih mengedepankan pendekatan persuasif. Karena itulah kami datangkan para orangtua, agar semua paham betapa pentingnya menjaga kondusivitas,” katanya saat ditemui di ruang rapat Polres Cilegon, Selasa 22 Oktober 2019.

Para suporter pun, lanjut Kasatreskrim, diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan aksi anarkis kembali. Surat itu pun ditandatangani masing-masing orangtua. “Para suporter kami minta membuat surat pernyataan yang ditandatangani orangtua mereka. Ini agar mereka tidak mengulang lagi perbuatan kemarin,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Sementara itu, salah satu supporter Perserang Riski Graha mengaku menyesali perbuatanya. Ia berjanji tidak akan mengulangi hal-hal yang tidak baik. “Saya sangat menyesal sudah membuat orangtua kecewa dengan perbuatan ini. Saya mengimbau kepada teman-teman suporter untuk menjaga kondusivitas,” tuturnya.***

Bagikan: