Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 20.4 ° C

Mahfud MD Bahas Penegakan Hukum dengan Presiden Jokowi dan Nyatakan Siap Jadi Menteri

Vebertina Manihuruk
MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik yang akan membantunya untuk masa jabatan kedua periode tahun 2019-2024 bersama Wapres Ma'ruf Amin.*/ANTARA FOTO
MANTAN Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik yang akan membantunya untuk masa jabatan kedua periode tahun 2019-2024 bersama Wapres Ma'ruf Amin.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengaku bersedia menjadi menteri dalam Kabinet Kerja jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, Mahfud mengaku tidak mengetahui posisi menteri apa yang akan diberikan Presiden Jokowi kepada dirinya.

"Saya nyatakan bersedia. Saya nyatakan siap membantu negara," kata Mahfud di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

Mahfud yang mengenakan kemeja lengan panjang putih tersebut tiba sekitar pukul 09.35 WIB. Ia pun keluar sekitar pukul 10.40 WIB, seperti dilansir dari kantor berita Antara.

"Tidak disebutkan (menterinya), kan banyak. Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan Bapak Presiden, bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga seperti yang selama ini diisukan," ungkap Mahfud.

Ia pun mengucapkan sejumlah jabatan yang mungkin ia emban. Misalnya, Menkumham, Jaksa Agung, ataupun Menteri Agama.

Menurut Mahfud, Presiden sangat memperhatikan hasil survei di bidang penegakan hukum yang menurutnya menurun belakangan ini. Presiden pun meminta menterinya kelak untuk bekerja keras menegakkan hukum sebaik-baiknya.

"Ada juga persoalan deradikalisasi yang sekarang ini, pembelahan-pembelahan yang sifatnya primordial yang sebenarnya tidak perlu terjadi karena secara substansi sebenarnya tidak ada perbedaan yang tajam. Itu supaya dipersatukan kembali dalam konsep kebersatuan dalam keberagaman, atau keberagaman dalam kebersatuan," ujar Mahfud.

Latar belakang menyeluruh

PENDIRI GoJek, Nadiem Makarim.*/ANTARA

Mahfud mengatakan, ia terkejut dengan pembicaraannya dengan Presiden Jokowi. Presiden mengetahui latar belakang dirinya secara menyeluruh.

"Saya kira, ya, surprised juga tadi Presiden tahu betul latar belakang saya dari waktu ke waktu, sehingga saya tidak perlu nawar saya ingin apa, beliau tahu yang cocok untuk saya apa. Sehingga saya tidak perlu bertanya, beliau tahu saya tepatnya di mana," ucapnya.

Selain Mahfud MD, terlihat juga beberapa pejabat dan kalangan professional yang sudah merapat. Di antaranya, Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu, pendiri Gojek, Nadiem Makarim, serta Komisaris Utama PT Net Mediatama dan pendiri Mahaka Group, Erick Thohir.

Presiden Jokowi dalam media sosial resminya menyatakan, susunan kabinet pemerintahan periode mendatang sudah rampung. Mereka terserak di semua bidang pekerjaan dan profesi, yaitu akademisi, birokrasi, politisi, santri, TNI, dan polisi.

Dalam media sosialnya, Presiden mengatakan para menteri terpilih adalah sosok yang inovatif, produktif, pekerja keras dan cepat. Seperti pidato yang dinyatakannya di Gedung MPR saat pelantikan, sosok menteri yang dipilihnya adalah yang tidak terjebak rutinitas yang monoton. Tugas mereka bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tapi memastikan masyarakat menikmati pelayanan dan hasil pembangunan.***

Bagikan: