Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Dishub Tawarkan Konsep MRT dari Tempel ke Stasiun Palbapang

Wilujeng Kharisma
FOTO ilustrasi kereta MRT.*/DONGGANG IC/ANTARA
FOTO ilustrasi kereta MRT.*/DONGGANG IC/ANTARA

YOGYAKARTA, (PR).- Adanya wacana untuk pembangunan jalur kereta MRT dan reaktivasi jalur lama dari Palbapang, Bantul diakui  Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memang sedang diangkat. Namun, hingga kini belum ada pembicaraan lebih lanjut terkait dengan hal ini.

"Memang ada seperti itu. Saya belum tahu apakah akan menggunakan rel baru atau lama, maunya ke mana arahnya ke mana, " kata Sultan belum lama ini.

Menurut Sultan, jika akan menggunakan jalur rel lama maka harus ada pembicaraan lebih lama. Hal itu karena sebagian besar sudah ditutup aspal atau menjadi halaman rumah. "Atau penghuni atau masyarakat suruh mundur, " ucapnya.

Sultan mengatakan, hal ini tentu saja sedikit merepotkan. Namun, ia menegaskan jika dirinya sama sekali belum diajak untuk berdiskusi mendetail terkait ini.

"Belum ada tindak lanjut, infonya yang akan mengembangkan anak perusahaan PT KAI yang kerja sama dengan Belanda. Kembali ke jalur NIS dulu dari Palbapang,"  tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dishub DIY, Sigit Sapto Raharjo masih belum memberikan update terakhir mengenai jalur kereta api dan juga jalur MRT.

Namun, sebelumnya pihaknya tengah membuat studi dan perencanaan terkait dengan kereta MRT dari Tempel menuju ke Stasiun Palbapang, Bantul. Pihak Dishub DIY pun akan menawarkan konsep ini kepada investor. "Kami saat ini tengah membuat studi MRT dari Tempel ke Palbapang dengan jalur elevated atau melayang," katanya.

Menurut dia, MRT ini akan menjadi moda transportasi dari utara hingga selatan dan terintegrasi dengan bandara YIA. "Dokumen studi itu memang sudah dilirik beberapa investor. Namun, hal ini masih dalam penjajakan oleh pihak investor. Sudah ada yang ingin melihat studi tersebut," ujarnya.

Sigit menuturkan jalur kereta api yang akan dibangun menuju Borobudur dari Yogyakarta lebih baik elevated (melayang). Hal ini karena jalur kereta api dimaksudkan untuk tidak membelah kawasan atau perkampungan.***

Bagikan: