Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 21.5 ° C

Angin Kencang Rusakkan  Lebih dari 700 Rumah

Eviyanti
KORBAN angin puting beliung di Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur Banjarnegara. */ EVIYANTI/PR
KORBAN angin puting beliung di Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur Banjarnegara. */ EVIYANTI/PR

BANJARNEGARA, (PR).- Lebih dari 700 rumah di delapan Desa di wilayah Pegunungan Dieng Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara dilaporkan rusak akibat di terjang angin kencang.

Angin kencang berembus sejak Minggu petang hingga - Senin dinihari 20-21 Oktober 2019 menyebabkan delapan desa porak poranda, ratusan rumah mengalami kerusakan dengan katagori berat sedang dan ringan. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap. Angin juga menyebabkan ratusan pohon tumbang.

Kedelapan desa tersebut, kata Camat Batur Imron Rosadi, adalah  Desa Bakal, Desa Sumberejo, Pasurenan, Pekasiran, Dieng Kulon, Kepakisan, Karangtengah dan Batur.

Berdasaran rincian sementara di Desa Bakal tercatat ada 168 rumah rusak dengan katagori rusak berat sedang dan ringan, di Desa Sumberejo 150 rumah, Desa Pesurenan terparah yakni sebanyak 224 rumah,  Desa Pekasiran 125 rumah, Desa Kulon 20 rumah, Desa Kepalisan 82 rumah dan Karangtengah 42 rumah. Sedang data kerusakan dari Desa Batur sampai Senin malam belum masuk

"Sampai Senin petang pendataan belum selesai karena jumlah kerusakannya sangat banyak. Berdasarkan laporan sementara jumlah rumah yang rusak di tujuh desa mencapai lebih dari 700 unit rumah. Jumlahnya bisa lebih dari itu kami masih menunggu laporan dari satu desa lagi yanhg belum masuk yakni dari  Desa Batur," jelasnya.

Dari sekitar 700 rumah yang rusak sebanyak 145 rumah roboh dan sudah ditinggalkan penghuninya menungsi ke rumah saudara atau tetangga yang aman. Soal jumlah pengungsi, pihaknya juga belum ada angka yang pasti.

Pihaknya juga masih mendata  kerusakan yang pada fasilitas umum dan khusus, termasuk sekolah. Termasuk kerusakan kendaraan akibat  tertimpa pohon.

Para relawan bersama warga telah menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang serta memperbaiki atap rumah yang rusak.

“Namun, demikian, kadang-kadang angin kencang masih terjadi. Sehingga pihak kecamatan mendirikan posko untuk pelaporan kerusakan rumah. Kami minta kepada warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya angin kencang lagi,”katanya***

Bagikan: