Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Pasangan Pelajar Tertangkap Nyaris Telanjang di Bilik Asmara

Eviyanti
ILUSTRASI pasangan berbuat mesum.*/ISTIMEWA
ILUSTRASI pasangan berbuat mesum.*/ISTIMEWA

BREBES, (PR).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menangkap basah tiga pasangan pelajar yang diduga sedang berbuat mesum di bilik asmara. Penangkapan tersebut saat Satpol PP melakukan pembongkaran 18 warung esek-esek dari ratusan bilik di komplek obyek wisata Radusanga Indah (Parin) di Desa Randusanga Kulon Kecamatan/Kabupaten Brebes. 

Saat petugas datang tiga pasang remaja sedang berada di dalam bilik, satu pasangan nyaris telanjang di dalam bilik berukuran 2 × 2 meter itu.

"Dua remaja yang nyaris telanjang kami bawa ke kantor, untuk membuat surat pernyataan dan diberitahukan ke pihak sekolah untuk pembinaan. Dua pasang ABG sudah disuruh  pulang,"kata Kepala Satuan Pamong Pradja (Kasatpol PP) Kabupaten Brebes, Drs. Budi Darmawan, Jumat 18 Oktober 2019.

Bilik yang ada di komplek wisata Parin menjadi masalah dan banyak warga setempat yang mengeluhkan keberadaan bilik tersebut karena oleh pemilik bilik digunakan untuk praktik asusila.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Brebes, telah memberikan teguran keras kepada para pemilik bilik, dengan mengacu kepada Perda Nomor 1 Tahun 2015, tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum.

Penindakan dan pembongkaran terhadap keberadaan bilik yang dibangun oleh pemilik warung di kawasan obyek wisata Parin, dengan melibatkan juga pihak Polres dan Kodim 0713 Brebes. Namun, para pedagang kembali mendirikan bilik untuk lokasi mesum.

Tantangan terberat

Kadinbudpar Brebes, Iskandar Agung menyatakan bahwa, pengembangan pariwisata di Parin sebagai penyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah), merupakan tantangan terberat pihaknya.

"Tantangan terberat kami untuk mengembangkan wisata Parin, karena mendapat tantangan dari masyakarat setempat. Sebab keberadaan ratusan bilik mesum sudah ada selama puluhan tahun dan masih eksis," jelasnya.

Iskandar melanjutkan, untuk menangani peliknya persoalan ini, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Randusanga Kulon untuk menata kembali warung-warung yang selama ini dijadikan ajang mesum. "Kami dengan Pemerintah Desa setempat telah sepakat untuk mengatur langkah ke depannya. Karena penataan tempat wisata ini sangat memerlukan keterlibatan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Menurutnya  Detail Engineering Design (DED) sudah dibuat, langkah awal adalah dengan penataan warung esek-esek terlebih dahulu. .

Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiyono menyatakan bahwa, 80 % warganya mendukung upaya penertiban. Pihaknya juga telah mensosialisasikan kepada masyarakatnya tentang segi positif dan negatif terkait warung-warung itu.

"Ada sisi-sisi yang harus dipetakan dulu kalau memang akan dilakukan penertiban, jadi tidak merugikan siapapun. Karena warung tersebut merupakan sumber penghasilan bagi masyarakat setempat,” katanya.***

Bagikan: