Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Cerah berawan, 26.6 ° C

Rawan Tsunami, Pemkot Serang Belum Miliki Gedung Evakuasi

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI bencana tsunami.*/DOK. PR
ILUSTRASI bencana tsunami.*/DOK. PR

SERANG, (PR).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana membangun shelter tsunami pada tahun 2020 mendatang. Hal itu tidak terlepas dari letak geografis Kota Serang yang berdekatan dengan pesisir pantai dan masuk wilayah rawan tsunami.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, rencana pembangunan shelter tsunami itu direncanakan pada tahun depan karena minimnya anggaran Kota Serang di perubahan ini. 

"Tahun 2020 kita ada rencana akan membangun gedung Shelter untuk tempat evakusi. Karena tahun ini anggarannya masih minim," kata Syafrudin pada sosialisasi pengurangan risiko bencana di Lembah Bukit Hijau, Mancak, Kabupaten Serang, Kamis 17 Oktober 2019.

Bencana sendiri, ucap dia, bukan hanya sebatas bencana yang disebabkan oleh alam. Tetapi, ada faktor lain yang bisa menimbulkan bencana, seperti faktor dari kebiasaan buruk manusia. 

"Faktor manusia itu seperti membuang sampah sembarangan. Imbasnya akan terjadi banjir," ucap dia. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang yang juga Ex Officio Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, TB Urip Henus mengatakan, akan mengusulkan pembangunan shelter pada APBD 2020. Rencananya pembangunan akan dilaksanakan didua titik yakni di Kelurahan Banten, dan Margaluyu, Kecamatan Kasemen.

"Usia Kota Serang juga kan baru 12 tahun, ditambah lagi APBD kita masih kurang. Tetapi insya Allah di 2020 kita akan usulkan, kita akan lakukan apa yang bisa kita lakukan. Bertahap lah," katanya.

Menurutnya, saat ini Kota Serang belum memiliki tempat evakuasi saat ada bencana. Sehingga, untuk pencegahannya hanya sebatas mengungsi ke tempat yang lebih aman dari bencana. 

"Seperti kejadian tsunami kemarin, rumah masyarakat yang ada di daerah Kasemen kita minta untuk dikosongkan tempat tinggalnya, dan mengungsi di rumah saudaranya. Seperti ke daerah Ciruas," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho.***

Bagikan: