Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 30 ° C

Setpres Sewa Kendaraan Gres dari Pabrik untuk Tamu Negara

Ella Yuniaperdani
SEJUMLAH kendaraan Mercedes Benz dipamerkan, di halaman Istana Negara, Jakarta pada Kamis 17 Oktober 2019.*/ ANTARA
SEJUMLAH kendaraan Mercedes Benz dipamerkan, di halaman Istana Negara, Jakarta pada Kamis 17 Oktober 2019.*/ ANTARA

JAKARTA, (PR).- Meskipun gres (baru)dari pabrik,  belasan sedan bermerk Mercedes Benz yang akan digunakan untuk kendaraan tamu negara, berstatus sewa. Kendaraan-kendaraan tersebut digunakan untuk menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden, Minggu 20 Oktober 2019.

"Kami tentunya dalam waktu yang singkat menyewa, tapi persyaratannya secara singkat kami minta ya baru, yang memang benar-benar baru dari pabrik," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, di halaman Istana Negara Jakarta. pada Kamis.

Seperti dilansir laman Antara, Heru mengatakan anggaran sewa kendaraan itu sekitar Rp1 miliar selama empat hari dan menggunakan anggaran Sekretariat Presiden.

Sekretariat Presiden menyewa kendaraan itu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk digunakan oleh tamu negara yang akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu 20 Oktober 2019.

Sebanyak 18 sedan Mercedes Benz yang dipamerkan di halaman Istana Negara terdiri dari dua tipe, yakni 12 unit S450 dan enam unit E300.

"Jadi ada S450 untuk kepala negara dan setingkat utusan itu adalah E300," jelas Heru.

Setpres juga menyiapkan kendaraan cadangan sebanyak empat unit.

Heru menjelaskan total kendaraan "Mercy" yang akan digunakan yakni 12 unit S450, 13 unit E300, empat unit E250, 10 unit E200.

Selain itu terdapat juga kendaraan lain yang akan digunakan untuk acara inaugurasi presiden yakni 18 unit Toyota Alphard, sembilan unit Toyota Camry, dan 27 unit Toyota Fortuner untuk pengawalan.

Ia mengungkapkan, para kepala negara atau utusan negara sahabat yang sudah terkonfirmasi datang adalah Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan, dan Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwan, serta beberapa utusan negara dari Amerika Serikat dan Laos. ***

 

Bagikan: