Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sedikit awan, 21.3 ° C

Honorer Staf Kelurahan Berharap Dapat Upah Sesuai UMR

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI honorer staf kelurahan.*/DOK. PR
ILUSTRASI honorer staf kelurahan.*/DOK. PR

SERANG, (PR).- Staf honorer kelurahan di Kota Serang mengaku belum merasa sejahtera atas pengabdiannya di Kelurahan. Sehingga, mereka berharap diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Ketua Paguyuban Staf Honorer Kelurahan (PSHK) Kota Serang, Sapta Mulyana mengatakan, saat ini honor yang diterima staf kelurahan sebesat Rp 800-850 ribu per bulannya. Hal itu terbilang kecil jika dibandingkan dengan kewajiban di kelurahan dan kebutuhan di keluarga. 

"Makanya kita berharap bisa di-P3K an lagi, kita juga masih berupaya supaya pemerintah kota staf kelurahan menjadi P3K," kata Sapta usai kegiatan 'Silaturahmi dan pembinaan kinerja staff kelurahan' di salah satu rumah makan di Walantaka, Kota Serang, Rabu 16 Oktober 2019.

Ia mengatakan, honorer staf keluarahan di Pemkot Serang baru menerima honor sejak dua tahun lalu dan tidak pernah ada kenaikan. Padahal, ia berharap honor yang diterima minimal sebesar Upah Minimum Regional (UMR) di Kota Serang. "Kita baru dua tahun nerima honor, sejak peralihan pemerintah 10 tahun lalu tanpa honor.  Idealnya pengen UMR dan UMK tapi kita kembalikan lagi ke Pemkot menyesuaikan APBD," ucap dia. 

Selain mengharapkan hak yang sesuai, ia juga mengajak sebanyak 371 staf honorer kelurahan di Kota Serang untuk meningkatkan disiplin dan kinerja. Sehingga, tuntutan hak bisa sesuai dengan kewajiban. "Untuk staf kelurahan yang tergabung dalam PSHK agar melayani publik lebih baik lagi dan sesuai dengan aturan yang sudah ada," ujarnya. 

Honor naik

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin berjanji akan menaikan honor staf kelurahan pada tahun 2020 mendatang. Namun, untuk jumlah pastinya belum bisa dipastikan. Karena akan menyesuaikan dengan kemampuan APBD Kota Serang. 

"Yang jelas pasti dibantu untuk menaikan dari Rp 800 ribu ke berapa-berapanya disesuaikan dengan kemampuan. Penginnya sih di (APBD) murni," kata Subadri. 

Terkait harapan direkrut menjadi tenaga P3K. Ia mempersilakan seluruh staf untuk mengikuti rekrutmen secara prosedural, baik rekrutmen P3K maupun CASN yang akan segera dilaksanakan. 

"Tapi lagi-lagi karena rekrutmen baik PNS dan P3K ada di pusat. Saya sarankan semuanya saja tidak masalah ikut jadi peserta. Siapapun yang bernasib bagus itulah miliknya," tuturnya. 

Selain itu, ia juga menekankan kepada PSHK agar tetap bekerja secara tulus dan terus meningkatkan disiplin kinerja. Karena, keberadaannya sangat dibutuhkan untuk pelayanan publik. "Jadi penekanannya agar kedisiplinannya ditingkatkan," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho.***

Bagikan: