Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Gara-gara Kemarau, Kenaikan Gaji Karyawan Tertunda

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI musim kemarau.*/DOK. PR
ILUSTRASI musim kemarau.*/DOK. PR

SERANG,(PR).- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Al Bantani merugi hingga Rp 5 miliar sampai Oktober ini akibat terdampak musim kemarau berkepanjangan. Akibatnya karyawan yang semulanya akan naik gaji jadi harus tertunda hingga tersedianya air baku.

Direktur PDAM Tirta Al Bantani Wahyu Prihantono mengatakan, akibat kemarau ini sudah banyak yang tidak teraliri. Seperti di kecamatan Ciruas, Kragilan dan Lebak wangi. Tiga kecamatan itu sudah tiga bulan tidak teraliri pelayanan air. "Karena operasional kita di Kendayakan tidak ada alternatif lain," ujarnya saat ditemui setelah melakukan rapat bersama Komisi III DPRD Kabupaten Serang di gedung paripurna, Rabu 16 Oktober 2019.

Wahyu menjelaskan, untuk tiga kecamatan ini terdapat sekitar 7.000 pelanggan. Untuk sementara mereka tidak dapat fasilitas air dari PDAM. Oleh karena itu sebagai gantinya PDAM terus mengirim tangki air bersih ke tiga kecamatan tersebut. "Untuk masyarakat yang tidak dapat itu kami hanya akan keluarkan biaya pemeliharaan meter Rp 6.000 dan bebas abodemen begitu juga di wilayah lain seperti Pontang dan Binuang," tuturnya.

Ia menuturkan, akibat kondisi ini pendapatan perusahaannya hanya akan tercapai sekitar 70 persen dari total Rp 55 miliar hingga akhir tahun. Bahkan sampai Oktober ini pihaknya sudah merugi Rp 5 miliar.

Minta izin

Namun demikian, pihaknya akan mengimbangi dari sudut pembiayaan yang dikurangi. Kemudian gaji pegawai yang rencananya hendak naik terpaksa diurungkan sampai ada air baku. "Rencana naik gaji ditunda sampai ada air baku. Kita tidak punya upaya lain kecuali melakukan pengambilan langsung dari Ciujung. Kami sudah minta izin ke dewan pengawas dan secara lisan ke bupati, kita minta pinjaman. Kalau diperkenankan dan bisa ajukan proposal ke bank kita akan pinjam Rp 30 Miliar untuk air baku ini," tuturnya.

Sehingga semua kegiatan irigasi dipindahkan ke Ciujung. Dengan demikian ketika ada pengurasan atau perbaikan irigasi tetap akan stabil karena mengambil dari Ciujung.

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Agus Wahyudiono mengatakan, seperti yang dikatakan oleh direktur PDAM, pihaknya memahami bahwa sumber air saat ini terkendala. Selain karena kemarau juga berbenturan dengan perbaikan irigasi sampai tahun 2021. "Nanti kita dorong cari sumber lain yang bisa menambah titik ke rumah yaitu Ciujung, tapi ada pencemaran nanti kita ikut pengawasan kesana agar air bisa digunakan untuk PDAM," ujarnya.

Kemudian, kata dia, akan meminta agar PDAM bisa mulai masuk ke pangsa pasar industri. Saat ini masih ke rumah, dimana nilainya masih rendah. Kalau bisa masuk ke perusahaan maka akan menambah PAD. "Nanti kita akan Evaluasi selain ke pelayanan dan profit kita tinjau dengan komisi dan lapangan bahwa ini kendala yang mereka sangkakan murni enggak dengan kebutuhan anggaran," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.***

Bagikan: