Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 20.4 ° C

MUI Sebut Pria Berjilbab Haram

Tim Pikiran Rakyat
KOMUNITAS crosshijaber menunjukkan aktivitasnya di media sosial.*/NET
KOMUNITAS crosshijaber menunjukkan aktivitasnya di media sosial.*/NET

SERANG, (PR).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang angkat bicara terkait fenomena pria yang berpakaian syar'i ala wanita (Cross-Hijaber). MUI menilai hal itu sesuatu yang haram dan dilarang dalam ajaran Islam. 

Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, dalam ajaran agama Islam, fenomena yang tidak lazim itu masuk dalam kategori tasyabuh atau sesuatu yang diharamkan. 

"Jilbab atau kerudung adalah pakaian khas wanita, tidak lazim digunakan oleh pria. Penggunanya selain wanita adalah masuk kategori 'tasyabuh' sesuatu yang diharamkan (dilarang) dalam ajaran Islam," kata Amas, Selasa 15 Oktober 2019.

Selain diharamkan dalam ajaran agama Islam, ucap dia, dalam tradisi dan budaya Indonesia hal itu sangat tidak normal. Sehingga, bisa dikatakan melanggar tradisi dan budaya di Indonesia.

"Kerudung atau jilbab digunakan untuk menutup aurat dan atau sebuah desain pakaian untuk wanita, sehingga dinyatakan tidak normal jika ada laki-laki yang menggunakanya" ucap dia. 

Amas yang juga sekretaris PWNU Banten mengimbau kepada masyarakat, khususnya kaum pria agar tidak menggunakan desain pakaian (jilbab). Karena hal tersebut bukan peruntukanya. Bahkan, ia memandang perlu pelaku cross-hijaber diperiksa kejiwaannya. 

"Jika ada kaum laki-laki yang menggunakan jilbab maka dipandang perlu untuk diperiksa oleh psikiater tentang kejiwaannya, waras atau tidak, dan apa motifnya," tuturnya. 

Ia berpesan kepada masyarakat agar menghindati tren yang berlawanan dengan ajaran agama. Terlebih, fenomena cross-hijaber terbilang aneh. "Semoga kita selalu berpegang kepada ajaran agama, apalagi ini hal yang aneh dan tidak waras," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho.***

Bagikan: