Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 30 ° C

Jalan Cidadap-Walantaka Mengurai Kemacetan

Tim Pikiran Rakyat
PROYEK pembunganan Jalan Cidadap-Walantaka diharapkan bisa mengurai kemacetan.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN
PROYEK pembunganan Jalan Cidadap-Walantaka diharapkan bisa mengurai kemacetan.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan menuntaskan proyek pembangunan jalan Cidadap hingga Walantaka sepanjang 3,4 kilo meter pada November. Proyek pekerjaan tersebut dilakukan sejak 2018, dan baru dilakukan sepanjang 1 kilo meter. Sisanya diselesaikan pada 2019 ini secara bertahap.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Asep Heryawan memastikan, proyek pembangunan jalan tersebut selesai pada November. Sebelumnya, proyek sepanjang 3,4 kilometer dengan lebar 5 meter ini telah dilakukan pada 2018. Namun, untuk penyelesaiannya dengan sisa 2,4 kilo meter dilakukan tahun ini.

"Iya, Insya Allah tahun ini di November sudah rampung. Karena progres yang dikerjakan saat ini pun sudah bagus. Kalau anggaran, untuk pekerjaan tahun ini, sepanjang 2,4 kilo meter, itu menghabiskan Rp 9,6 miliar. Itu untuk tahun 2019, kalau tahun 2018, saya kurang tahu," katanya, Rabu 16 Oktober 2019.

Sementara, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, saat ini pemkot sedang merencanakan pembangunan di beberapa lokasi pada 2020 mendatang. Sebab, pembangunan jalan dan infrastruktur menjadi program prioritas, termasuk mengatasi permasalahan kemacetan.

“Ini merupakan prioritas pembangunan infrastruktur yang kami canangkan. Hal ini selain agar masyarakat nyaman, juga untuk meminimalisir, bahkan menghilangkan titik-titik kemacetan yang ada di Kota Serang,” ucapnya.

Jalan alternatif

Titik jalan yang akan dibangun oleh Pemkot Serang, di antaranya, Kaujon Kelunjukan, sampai dengan jalan Kuranji. Selain itu, kata dia, tidak hanya jalan besar yang akan dilakukan pembangunan. Tapi juga jalan alternatif atau jalan kecil yang ada di Kota Serang. Sehingga masyarakat dapat melewatinya dengan nyaman, dan mengantisipasi kemacetan.

“Jadi nanti, dari jalan Kaujon Kelunjukan sampai dengan perempatan Cikulur kearah Kuranji. Pada 2020 itu akan kami perlebar jalannya. Seperti jalan yang dari sebelah Kecamatan Cipocok Jaya, menembus sampai arah Polda, terus ke arah Kemang itu, juga akan kami bangun. Jalan tikus, jalan alternatif akan kami perbaiki. Termasuk juga Jalan Turus yang kerap dikeluhkan masyarakat," ujarnya.

Syafrudin juga mengatakan, Jalan Turus yang melewati RSUD Kota Serang sampai Kelurahan Bendung telah dibuat Detail Engineering Design (DED). Sehingga, pada 2020 sudah bisa dimulai pekerjaan fisiknya. Terkait anggaran, ia menjelaskan, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2020.

"Sebagian, juga dibantu dari Bantuan Provinsi (Banprov). Jadi nanti proyek pembangunan itu bisa dibetonisasi seperti halnya jalan Dadap-Walantaka. Mudah-mudahan bantuannya besar dari provinsi. Sehingga nanti InsyaAllah semua dapat dibetonisasi,” katanya.

Seorang warga Walantaka Amir mengatakan, selama belasan tahun jalan tersebut tidak pernah ada pembangunan. Hanya sebatas perbaikan berupa penambalan jalan berlubang. Bahkan, sebelumnya lubang besar yang berada di sekitar jalan tersebut layaknya kubangan kerbau ketika hujan turun.

"Kalau hujan sudah seperti kubangan kerbau, padahal ini jalan utama warga. Udah lama banget rusaknya, belasan tahun juga ada," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.***
 

Bagikan: