Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 23.4 ° C

Polisi Patroli ke Masjid Antisipasi Aktivitas Crosshijaber

Eviyanti
KOMUNITAS crosshijaber menunjukkan aktivitasnya di media sosial.*/NET
KOMUNITAS crosshijaber menunjukkan aktivitasnya di media sosial.*/NET

KEBUMEN, (PR).- Polres Kebumen Jawa Tengah melarang komunitas Crosshijaber masuk ke masjid di seluruh wilayah Kebumen. Pelaku Crosshijaber harus ditindak tegas  karena dinilai telah  meresahkan.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan memerintahkan seluruh personelnya yang tengah melaksanakan safari salat berjamaah di masjid untuk ikut mengawasi komunitas Crosshijaber yang mungkin muncul.

"Kami tidak mau kecolongan. Melalui personel yang ada, kami lakukan pemantauan ke sejumlah masjid. Jangan sampai trend tersebut masuk ke Kebumen," jelas AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Selasa 15 Oktober 2019.

Trend Crosshijaber membuat perempuan resah, karena bisa saja perempuan muslimah jadi-jadian itu masuk ke tempat wudhu dan membaur dengan para perempuan muslimah.

Sedangkan tempat wudhu ataupun toilet perempuan harus steril dari jamaah laki-laki.

"Nanti jika kita berhasil menangkap pelaku Crosshijaber di Kebumen , akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku. Pelaku Crosshijaber harus ditindak tegas, karena meresahkan," tandas Kapolres Kebumen.

Tindakan tegas terhadap pelaku Crosshijaber di Kebumen karena beberapa hari terakhir ini di dunia maya tengah viral tentang fenomena "Crosshijaber", dimana trend laki-laki mengenakan jilbab layaknya perempuan muslimah.

Dalam unggahan sejumlah warganet di media sosial, para pelaku Crosshijaber tidak segan untuk membaur dengan para jamaah muslimah saat kegiatan keagamaan.

Hal ini memunculkan sejumlah keresahan perempuan muslimah, dengan trend menyimpang ini.

Beberapa foto yang diunggah oleh komunitas Crosshijaber, mereka sengaja selfie dan masuk ke masjid dan membaur dengan para muslimah lainnya.***

Bagikan: