Pikiran Rakyat
USD Jual 14.039,00 Beli 14.137,00 | Berawan, 22.6 ° C

Nekat, Suami Tawarkan Ginjal untuk Bayar Biaya Istri Melahirkan

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi jual ginjal.*/ANTARA
FOTO ilustrasi jual ginjal.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Aksi nekat dilakukan seorang suami bernama Herianto yang menawarkan ginjalnya di media sosial facebook. Dalam unggahannya, Herianto menawarkan ginjal karena tidak mampu membayar biaya persalinan istrinya di rumah sakit. 

Unggahan itu menampilkan foto istri dan anaknya di rumah sakit itu dengan caption 'Yang butuh ginjal saya siap donorkan, asal anak istriku bisa saya tebus karena biaya persalinan besar'. 

Diketahui, Herianto sendiri berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan terbilang masih baru di Kota Serang. Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang sol keliling. Sehingga, ia mengaku nekat menawarkan ginjalnya karena merasa buntu untuk menebus persalinan istrinya melalui caesar yang membutuhkan uang senilai Rp 13.500.000 di Rumah Sakit Fatimah, Legok, Kota Serang.

"Saya buntu, panik lihat istri saya nangis terus tidak ada solusi lain, sudah nyari pinjaman kesana kemari hasilnya nihil, lalu saya cuma punya ide memposting poto istri dan anak lewat facebook. Berharap ada yang bisa bantu," katanya di RS Fatimah, Senin 14 Oktober 2019.

Terharu

Sementara itu, istrinya Hamidah mengaku tidak mengetahui jika suaminya senekat itu. Namun, ia merasa terharu atas usaha dari suaminya. "Saya gak tahu," ujarnya. 

Mengetahui adanya pasien yang nekat menawarkan ginjalnya untuk membayar persalinan istrinya, anggota komisi II DPRD Kota Serang Ari Winanto langsung ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi yang diterimanya. Ia sendiri mendapatkan informasi itu dari WAG yang diikutinya. 

"Saya kesana atas nama pribadi dan atas nama komisi II .Saya dapat kabar itu langsung mengunjungi pasien ke RS," kata politisi PAN itu. 

Menurutnya, pasien berasal dari Lombok dan tidak memiliki BPJS untuk membayarnya. Selain itu, RS Fatimah sendiri belum menerima pasien BPJS. 

"Pasien gak mampu bayar karena faktor ekonomi karena dia cuma tukang sol sepatu. Tagihannya itu Rp 13.500.000 dan pasiennya cuma ada uang Rp 2.000.000," katanya. 

Karena khawatir terjadinya hal yang tidak diinginkan dan terpanggil secara kemanusiaan. Ia memberikan jaminan kepada pihak RS Fatimah agar pasien bisa pulang ke rumahnya. "Dengan jaminan atas nama saya pribadi," ujarnya. kepada wartawan Kabar Banten Masykur Ridho.***

Bagikan: