Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

KPK Minta Laporan Studi Banding Kepala Desa

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI studi  banding.*/ANTARA
ILUSTRASI studi banding.*/ANTARA

PANDEGLANG, (PR).- Keberangkatan kepala desa (kades) melakukan studi banding menuai berbagai sorotan, pasalnya, dengan berangkatnya para kades tersebut menjadi potensi melakukan korupsi di tingkat desa.

Meski demikian, Plt. Kepala DMPD Kabupaten Pandeglang, Ramadani menuturkan, untuk beberapa laporan yang diminta KPK sudah diserahkan, karena pihak KPK hanya meminta laporan saja.

"Kalau untuk laporan ke KPK, kemarin itu kan pihak KPK hanya meminta laporan saja. Kita juga sudah berikan itu laporannya, dan mereka juga sudah menerima laporannya," ucapnya  saat ditemui di Pendopo Pandeglang, Senin 14 Oktober 2019.

Menurutnya, studi banding yang disoroti KPK tersebut lebih kepada kepatutan saja, sebab di berbagai desa masih terdapat beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan pembangunannya. Oleh karenanya disoroti berbagai pihak.

"Jadi kalau untuk studi banding itu, sebetulnya lebih kepada perhitungan skala prioritas saja, karena kan masih ada beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan. Jadi mungkin itu yang paling disoroti, tapi mereka sudah menerima laporannya," ujarnya.

Ia mengatakan, para kepala desa diperbolehkan melakukan studi banding, namun pelaksanaan pembangunan di tingkat desa harus dilihat skala prioritasnya, agar kecenderungan melakukan studi banding lebih positif untuk pengembangan dan inovasi.

"Jadi kan ada pembangunan jalan lingkungan, kemudian sarana air bersih, sarana kesehatan, sarana lainnya untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Namun demikian, Ramadani mengatakan, ke depan studi banding tersebut akan betul-betul ditiadakan, sebab akan menuai sorotan miring kepada kepala desa dan pemerintah daerah.

"Dari KPK juga sudah kita bicarakan, makanya ke depan mah sudahlah jangan ada studi-studi banding lagi. Harus betul-betul ditiadakan kalau memang tidak ada dampak untuk inovasi desanya," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.***

Bagikan: