Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Sebagian berawan, 22.2 ° C

Warga Negeri Tengah Tengah Sudah Seminggu Hidup dalam Kegelapan

Tim Pikiran Rakyat
ARTIS Nikita Mirzani mengunjungi anak-anak pengungsi di lokasi pengungsian di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu 12 Oktober 2019.*/ANTARA
ARTIS Nikita Mirzani mengunjungi anak-anak pengungsi di lokasi pengungsian di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu 12 Oktober 2019.*/ANTARA

AMBON, (PR).- Warga terdampak gempa di Desa Tengah Tengah, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah meminta PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (MMU) segera mengatasi padamnya aliran listrik sejak gempa mengguncang wilayah tersebut sejak 6 Oktober 2019.

"Sudah lebih dari seminggu warga Negeri Tengah Tengah tinggal dalam kegelapan, karena jaringan listrik putus akibat tertimbun material longsoran saat gempa pada 6 Oktober lalu," kata Penjabat Kepala Desa (Negeri) Tengah-Tengah, Muhammad Maruapey, yang dikonfirmasi Antara di Ambon, Minggu 13 Oktober.

Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang maupun pihak PLN MMU melalui Manager Komunikasinya, Ramli Malawat, namun hingga sepekan terakhir ini belum juga ditangani.

"Menurut Manajer Komunikasi, Ramli Malawat bahwa pihaknya belum bisa memperbaiki jaringan yang putus karena material longsoran yang menutupi ruas jalan menuju Negeri Tengah Tengah belum dibersihkan oleh Dinas PU Maluku Tengah," katanya.

Penanganan darurat

Muhammad Maruapey mengaku telah meminta Pemprov dan PLN melakukan penanganan darurat melalui pemasangan genset berdaya 5 Kilo Volt Ampere (Kva) sehingga masalah penerangan di negeri tersebut teratasi, tetapi sampai saat ini juga belum dilakukan.

"Dengan genset 5 Kva saja sudah bisa mengatasi listrik yang padam saat ini, sambil menunggu pembersihan material longsoran yang menutupi jalan serta perbaikan jaringan yang putus," ujarnya.

Dia khawatir jika masalah ini terus dibiarkan dan tidak segera diatasi dapat berdampak menimbulkan masalah sosial lainnya, terutama anak-anak yang tidak bisa belajar, di samping rentan masalah penyakit.

"Kalau malam dengan kondisi listrik padam, nyamuk sangat banyak, sehingga dikhawatirkan warga mudah terserang penyakit karena gigitan nyamuk," tandasnya.

Begitu juga hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PU Maluku Tengah, ternyata alat berat belum bisa dikerahkan untuk membersihkan material longsoran yang menutup ruas jalan desa tersebut, karena khawatir kondisi tebing yang labil dan dapat longsor sewaktu-waktu saat terjadi gempa susulan.

Penjabat Kades juga menambahkan, pihaknya sudah menghubungi sejumlah pihak untuk dapat segera membantu mengatasi padamnya aliran listrik di desa tersebut, namun sampai saat ini belum juga teratasi.***

Bagikan: