Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Masuki Pancaroba, Mulai Waspadai Leptospirosis

Wilujeng Kharisma
ILUSTRASI hujan dibarengi petir.*/DOK. PR
ILUSTRASI hujan dibarengi petir.*/DOK. PR

YOGYAKARTA, (PR).- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta waspadai penyakit leptospirosis pada musim pancaroba seperti sekarang ini. Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu, Jumat, 11 Oktober 2019.

Leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri leptospirosis, terbawa pada hewan seperti tikus. Menurutnya, kasus leptospirosis perlu diwaspadai pada musim hujan. Berdasarkan data, saat pancaroba dan musim hujan, kasus leptospirosis semakin meningkat. 

Endang mengatakan, jika tidak diwaspadai, leptospirosis berakibat fatal, karena bisa menyebabkan kematian. "Kalau musim kemarau memang sedikit, tetapi mulai banyak saat musim hujan. Dan kalau tidak diwaspadai bisa fatal. Penyakit ini mulai dari tidak ada gejala sampai parah. Orang kadang  tidak menyangka kalau itu leptospirosis," ucapnya.

Endang menuturkan, leptospirosis memiliki gejala yang hampir mirip dengan masuk angin. Itulah yang kadang membuat orang menganggap seperti penyakit biasa.

"Gejala awal itu seperti masuk angin, panas, pusing, nyeri sendi, terutama otot betis. Kalau ada gejala seperti itu, langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan. Apalagi kalau setelah kerjabakti, baik di rumah atau di lingkungan yang berhubungan dengan sampah," tuturnya.

Penularan

Terkait penularan, Endang mengungkapkan melalui mata, kulit, terutama kulit yang luka, dan lain-lain. Oleh sebab itu ia mengimbau masyrakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri sendiri.

"Untuk mencegah ya jangan sampai ada genangan, karena bisa menular juga lewat air yang terkontaminasi leptospira. Lalu bersihkan sampah di lingkungan, waspada sisa makanan,” ucapnya.

Yang pasti, kata dia, cara jitu mencegah populasi tikus, karena musim hujan populasinya meningkat. “Kalau setelah aktivitas harus cuci tangan, mandi pakai sabun," katanya. 

Selain penyakit leptospirosis, Dinkes Kota Yogyakarta juga mewaspadai DBD dan diare. Meski jumlahnya cenderung turun, namun setiap penyakit perlu diantisipasi sejak dini.

"Leptospirosis itu memang sedkit, puluhan memang, namun kefatalannya itu yang perlu diwaspadai. Kalau dibandingkan dengan DBDdan diare, ya masih jauh. Kemarin DBD mengalami penurunan, menjadi 78 kasus. Karena musim hujan, nanti pasti banyak jentik. Sementara diare perlu diwaspadai daeri makanan," ujarnya.***

Bagikan: