Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Badai petir, 27.5 ° C

Pertemuan Jokowi-Prabowo Bahas Koalisi Pemerintah

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Pertemuan itu membahas berbagai gagasan untuk kemajuan bangsa seperti pemindahan ibu kota, isu-isu ekonomi hingga pertahanan negara.*/ANTARA
PRESIDEN Joko Widodo (kanan) berjalan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Pertemuan itu membahas berbagai gagasan untuk kemajuan bangsa seperti pemindahan ibu kota, isu-isu ekonomi hingga pertahanan negara.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Perbincangan koalisi masih terus bergulir. Setelah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, giliran Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat, 11 Oktober 2019.

Pertemuan antara keduanya berlangsung sekitar 30 menit dari pukul 15.00. Mereka melakukan pertemuan empat mata di Istana Merdeka.

Seusai pertemuan, Jokowi mengakui bila perbincangan dengan Prabowo menyinggung soal koalisi di pemerintahan. Meskipun, ia mengatakan, perbincangan soal koalisi itu masih belum final.

"Tapi kami sudah bicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita," kata Jokowi.

Sementara itu, Prabowo Subianto menyampaikan kepada Jokowi bila Partai Gerindra akan selalu mengutamakan kepentingan yang lebih besar, yakni kepentingan bangsa dan negara. Pertarungan dalam pemilu dikatakannya sudah selesai.

"Begitu (pemilu) selesai, kepentingan nasional yang utama. Saya berpendapat, kita harus bersatu, jadi, saya sampaikan ke beliau, apabila kami diperlukan, kami siap untuk membantu," ujarnya.

Ia kemudian menyinggung pertemuan dengan Jokowi di Mass Rapid Transit, Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat itu, Prabowo menyampaikan kepada Jokowi mengenai kesiapannya untuk membantu pemerintahan.

"Sudah saya sampaikan di MRT waktu itu, Bahwa bila kami diperlukan, kami siap. kami akan memberikan gagasan yang optimis," ujarnya.

Prabowo kemudian menambahkan, seandainya Gerindra tidak masuk koalisi, akan tetap loyal.  Partainya akan berada di luar pemerintahan untuk memenuhi peran check and balances. "Di Indonesia tidak ada oposisi. Kita tetap merah putih dalam segala hal," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bila seusai bertemu Jokowi akan menerima rombongan MPR di kediamannya. Kedatangan rombongan MPR itu adalah untuk mengundangnya datang ke pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya tanya ada apa (MPR datang)? Katanya mau undang saya ke pelantikan presiden. Ya, kalau diundang, ya hadirlah. Gimana, kalau diundang lurah, ya harus hadir," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung bila hubungan antara dirinya dengan Jokowi berlangsung mesra. "Sangat mesra," katanya.

Kabinet

Saat disinggung mengenai kabinet, Jokowi enggan berbicara banyak. Ia mengatakan, persoalan tersebut masih belum final. "Nanti kalau sudah final, baru kami sampaikan," katanya.

Sebelum pertemuan dengan Prabowo, pada pagi harinya Jokowi sempat ditanya soal kabinet di sela-sela pertemuan dengan pelajar asal Papua di Istana Merdeka. Saat itu ia ditanya mengenai ada tidaknya perwakilan dari Papua menduduki kursi menteri. Sebagaimana diketahui, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Susana Yembise berasal dari Papua.

Jokowi memastikan bila dalam kabinetnya nanti perwakilan Papua akan ada. "Saya pastikan ada (menteri berasal dari Papua),” ujarnya.

Namun demikian, ia enggan memerinci akan ditempatkan sebagai menteri apa perwakilan dari Papua itu. Ia juga enggan menjawab akan ada berapa pos menteri yang akan diisi oleh perwakilan dari Papua. “Nanti dilihat,” katanya.

Jokowi kemudian ditanya mengenai komposisi kabinet secara keseluruhan. Ia kemudian menjawab bila komposisi kabinet telah rampung dan kini tinggal menunggu waktu untuk diumumkan.

Saat ditanya mengenai kemungkian perubahan komposisi kabinet terutama setelah kedatangan SBY pada Kamis kemarin, Jokowi menyatakan bisa saja kemungkinan berubah itu ada. “Mungkin ada beberapa pertimbangan, masih bisa,” katanya.

Jokowi kembali irit bicara ketika ditanya mengenai kepastian jadwal pengumuman kabinet. Begitu juga ketika ditanya apakah pengumuman menteri akan dilakukan sesuai pelantikan presiden-wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

“Mungkin bisa hari yang sama, mungkin sehari setelah pelantikan. Insyaallah semua telah kami siapkan,” katanya.***

Bagikan: