Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Jawa Tengah Mendatangi Jepara Pertama Kali dan Berakhir di Cilacap

Eviyanti
WISATAWAN mendokumentasikan terbitnya matahari di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) beberapa waktu lalu.*/ANTARA
WISATAWAN mendokumentasikan terbitnya matahari di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) beberapa waktu lalu.*/ANTARA

BANYUMAS,(PR).- Hari Tanpa Bayangan akan muncul selama empat hari berturut turut. Jepara menjadi wilayah pertama di Jateng yang mengalami fenomena astronomis yang dipengaruhi gerak rotasi dan revolusi bumi itu.

Fenomena ini akan terjadi selama empat hari berturut-turut sejak Kamis hingga Minggu, 10-14 Oktober 2019. "Fenomena tanpa bayangan terjadi pertama kali di Jepara pada siang hari ini sekitar pukul 11.24 WIB dan hanya beberapa menit saja," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie, Kamis, 10 Oktober 2019.

Disebut hari tanpa bayangan karena matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Hari tanpa bayangan terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. Sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat berubah terus sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS.

Menurutnya fenomena ini selalu menarik saat terjadi pada kemarau. Karena pada kemarau, tutupan awan minim sehingga mempermudah pengamatan. Seluruh wilayah di Jawa Tengah akan mengalami fenomena ini, namun hari dan waktunya berbeda.

Setelah Jepara, hari berikutnya atau Jumat, 11 Oktober 2019 akan ada 15 daerah yang secara serentak mengalami fenomena ini. Yakni mulai dari Pati, Blora, Semarang hingga Brebes. Dilanjutkan pada hari ketiga yakni Sabtu, 12 Oktober 2019 akan muncul di delapan daerah, yakni Sragen, Salatiga, Ungaran, Purwokerto, hingga Banjarnegara.

Sedangkan pada tanggal 13 Oktober atau Minggu, Kulminasi Utama akan muncul di bagian selatan Jateng, yakni Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Solo, Banyumas, dan Cilacap. Ia memastikan munculnya Hari Tanpa Bayangan atau kulminasi utama tak berdampak apa pun bagi manusia. Hanya saja, saat kulminasi utama itu terjadi manusia tak dapat melihat bayangannya.

Kepala Stasiun Meteorologi Cilacap Taruna Mona Rachman menambahkan, Jepara akan menjadi wilayah pertama di Jateng yang mengalami fenomena ini, karena wilayahnya berada pada sisi utara timur Jateng. Jepara menjadi menjadi wilayah pertama sedang Cilacap menjadi wilayah terakhir di Jateng yang mengalami fenomena ini.***

Bagikan: