Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Puluhan Orang Berminat Mengadopsi Bayi yang Hidup di Tempat Sampah

Tim Pikiran Rakyat
BAYI perempuan yang ditemukan masih hidup di tempat sampah.*/DOK. RIZKI PUTRI/KABAR  BANTEN
BAYI perempuan yang ditemukan masih hidup di tempat sampah.*/DOK. RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Penemuan bayi perempuan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di perumahan Permata Hijau Kota Serang Baru (KSB) membuat sejumlah pihak prihatin. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Calon Orang Tua Angkat (Cota) yang mencapai 70 orang.

Kepala Seksi (Kasi) Pemenuhan Hak-hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Ati Rohayati mengatakan, banyaknya masyarakat yang ingin menjadi Cota karena mereka menginginkan anak perempuan.

"Sampai saat ini ada 70 Cota yang terdaftar di kami. Mereka juga bukan hanya berasal dari Kota Serang, tapi ada juga yang dari Cilegon, bahkan Tangerang. Karena berita ini juga kan tersebar di media sosial, jadi mereka menghubungi kami untuk mengadopsi bayi ini," katanya, Selasa 8 Oktober 2019. 

Sementara, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten untuk memastikan kondisi bayi perempuan tersebut. Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan bertanggung jawab atas kesehatan serta kehidupan dari bayi perempuan itu.

"Alhamdulillah keadaan bayinya sehat wal'afiat. Namun masih ada yang harus dicek, seperti jantung dan darahnya. Saya atas nama Pemerintah Kota Serang, Insayaallah kami Pemerintah Kota Serang tentu akan bertanggungjawab atas kesehatan dan kehidupan bayinya," katanya, usai melihat bayi perempuan di ruang perawatan khusus bayi RSUD Banten.

Sementara ini, kata dia, bayi tersebut akan dirawat dan dijaga oleh dokter serta perawat di rumah sakit. Sambil menunggu hasil kesehatan lainnya dan calon orangtua yang akan mengadopsi bayi perempuan tersebut. Ia juga membenarkan, jika hingga saat ini ada 70 orang yang ingin menjadi orangtua  angkat. "Namun kami selaku Pemkot Serang, tetap akan melakukan seleksi untuk para calon orangtua asuh ini," ucapnya.

Direktur RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho mengatakan, bayi perempuan tersebut secara keseluruhan dalam kondisi baik. Akan tetapi, masih perlu ada pemeriksaan jantung serta darahnya. Sebab, biasanya sebelum diadopsi bayi perlu dipastikan kondisi kesehatannya. 

"Ya tinggal cek jantung sama pemeriksaan darah saja. Sambil menunggu Cota juga, kan nanti sampai satu minggu baru kami buka untuk Cota, dan ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi oleh para calon orang tua angkat ini," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.***

Bagikan: