Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 20.7 ° C

18 Ribu Warga Cilegon Tidak Terdaftar Jaminan Kesehatan Nasional

Tim Pikiran Rakyat
BPJS Kesehatan.*/DOK. PR
BPJS Kesehatan.*/DOK. PR

CILEGON, (PR).- Kantor BPJS Cabang Kota Cilegon memprediksi jika anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2019 tidak akan terserap 100 persen. BPJS menduga akan muncul silpa Rp 1,7 miliar, lantaran jumlah peserta BPJS di Kota Cilegon masih kurang 18 ribu jiwa.

Kepala Kantor BPJS Cabang Kota Cilegon, Aang Muhamad Muhyi mengatakan, salah satu sebab kurangnya jumlah warga yang terdaftar layanan JKN, karena adanya penonaktifan kartu peserta JKN. Ini dilakukan karena para peserta tidak masuk Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial (Kemensos). “Ini terindikasi salah satu penyebab kurangnya peserta JKN di Kota Cilegon,” katanya, akhir pekan lalu.

Kurangnya jumlah kepesertaan membuat Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Pemkot Cilegon 2019 senilai Rp 9,3 miliar tidak terserap sempurna. Bagi Aang, ini cukup disayangkan karena 18 ribu jiwa masyarakat Kota Cilegon belum menerima layanan JKN. “Ini sangat disayangkan. Ketika pemerintah daerah telah menganggarkan Rp 9,3 miliar, ternyata tidak terserap Rp 1,7 miliar karena 18 ribu jiwa masyarakat belum terdaftar JKN,” ujarnya.

Menurut Aang, sejak Agustus lalu memang jumlah peserta JKN di Kota Cilegon terdata di bawah 95 persen. Ini pun menimbulkan persoalan lain, yakni hilangnya layanan pengaktifan langsung peserta JKN. “Kami dengan pemerintah pusat kan telah menjalin perjanjian, jika suatu daerah jumlah kepesertaan JKN sebanyak 95 persen maka peserta yang didaftarkan pemerintah akan langsung diaktifkan. Tapi di Cilegon sejak Agustus lalu jumlah kepesertaan JKN dibawah 95 persen. Ini membuat layanan pengaktifan cepat ditunda,” tuturnya.

Untuk itu, Aang berharap Pemkot Cilegon melalui dinas terkait untuk memperkuat pendataan penduduk yang layak untuk diikutsertakan pada layanan JKN. Khususnya warga yang didaftarkan oleh Pemkot Cilegon atau Penduduk Daftar (PD) Pemda. “Saya harap pemutakhiran data penerima JKN di Kota Cilegon terus dilakukan. Sayang sekali masih ada 18 ribu warga Cilegon belum didaftarkan menjadi peserta JKN oleh Pemkot Cilegon,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Pemasaran Kantor BPJS Kota Cilegon Regi Fauzan mengatakan, jumlah peserta JKN Kota Cilegon di Oktober ini bertambah 7 ribu jiwa. Ini setelah Pemprov Banten mendaftarkan 7 ribu warga Cilegon untuk mendapatkan layanan JKN. “Kemarin Pemprov Banten minta data ke BPJS Kesehatan, data itu sudah dipadankan dengan Disdukcapil Pemprov Banten. Kemudian sekitar 7 ribu orang didaftarkan melalui PD Provinsi,” katanya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***

Bagikan: