Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Persiapan Ma'ruf Amin Jelang Pelantikan Presiden-Wakil Presiden

Muhammad Ashari
WAKIL Presiden terpilih KH Maruf Amin memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "The Maruf Amin Way" di Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.*/ANTARA
WAKIL Presiden terpilih KH Maruf Amin memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "The Maruf Amin Way" di Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih sudah tinggal beberapa minggu lagi. Di Istana Wakil Presiden, persiapan untuk peralihan jabatan dari Jusuf Kalla ke Ma’ruf Amin sudah mulai terasa.

Hal itu terlihat dari diundangnya Ma’ruf oleh Jusuf ke Istana Wapres, Jumat, 4 Oktober 2019. Ma’ruf datang ke istana sekitar pukul 11.30. Ia dan Jusuf menyempatkan salat jumat dan makan siang bersama di Istana Wapres. Keduanya juga melakukan pertemuan secara tertutup dari awak media.

Dalam konferensi pers, Jusuf mengatakan, sengaja mengundang Ma’ruf untuk membicarakan masalah-masalah yang masih belum selesai berkaitan dengan tugas wakil presiden. Masalah yang belum selesai itulah yang akan menjadi tugas yang nantinya akan diemban oleh Ma’ruf.

Masalah yang dimaksud Jusuf beragam, mulai dari masalah birokrasi sampai penanganan kebencanaan. “Masalah koordinasi-koordinasi bencana, Sulawesi Tengah, NTB, dan masalah-masalah lain yang sudah berjalan kemudian dilanjutkan. Masalah pembangunan Universitas Islam Internasional, itu juga dilanjutkan. Hubungan-hubungan dengan kementerian, bagaimana sistem yang berjalan,” kata Jusuf.

Selain memperkenalkan tugas-tugas yang akan diemban wakil presiden ke depan, Jusuf juga mengaku berbagi pengalaman kepada Ma’ruf.

Saat disinggung mengenai apakah persoalan sejumlah perundang-undangan yang sempat ditunda pengesahannya juga termasuk yang dibicarakan. Jusuf menyanggahnya. Ia mengatakan, hal tersebut tergantung kementerian yang menangani undang-undang tersebut.

“Tidak-tidak. Itu tergantung undang-undangnya. Ada Menko Polhukam, ada Menteri Hukum dan HAM,” ujarnya.

Sementara itu, Ma’ruf Amin mengatakan, dirinya diundang oleh Jusuf untuk datang ke Istana Wapres. Di istana, katanya, ia diperkenalkan kepada para staf dan deputi.

“Dan ada beberapa masalah yang harus dilanjutkan. Take over dari beliau ke saya,” ujarnya.

Mengenai permasalahan apa yang dimaksud, Ma’ruf enggan untuk menyampaikannya. Menurut dia, lebih baik Jusuf Kalla yang langsung menyampaikannya. “Tanya beliaulah,” tuturnya.

Kabinet

Saat disinggung mengenai komposisi kabinet ke depan, Ma’ruf enggan menjawabnya ketika ditanya apakah sejauh ini telah ada perbincangan dengan Jokowi. “Itu urusannya presiden,” ujar dia.

Namun demikian, ia sempat menyatakan, bila dirinya memberikan masukan ke presiden dan masukan tersebut bukan untuk disampaikan ke publik. “Nantilah itu, rahasia,” katanya.

Jusuf Kalla kemudian menimpali, bahwa dirinya juga sempat menyampaikan saran kepada Jokowi pada saat awal-awal penyusunan kabinet. Menurutnya hal tersebut merupakan bentuk kerjasama. Terlebih lagi bila mempertimbangkan bahwa presiden dan wakil presiden terpilih secara bersama-sama.

“Nanti Wapres terpilih akan memberikan saran karena bekerja bersama dan juga terpilih bersama. Tentu sama dengan dulu. Kami rapat bersama, memberikan saran, tapi akhirnya presiden yang memutuskan,” kata Jusuf.***

Bagikan: