Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Berawan, 21.2 ° C

Pemprov Banten Evakuasi Warganya dari Wamena

Tim Pikiran Rakyat
PENGENDARA melintasi Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin, 23 September 2019.*/ANTARA
PENGENDARA melintasi Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar saat aksi unjuk rasa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin, 23 September 2019.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Pemerintah Provinsi Banten menurunkan tim guna mendata warganya yang terdampak kerusuhan di Wamena, Papua, untuk kemudian mengevakuasi dan membantu memulangkan mereka ke daerah asal.

Menurut siaran pers pemerintah provinsi yang diterima Kamis, Tim Kemanusiaan Pemerintah Provinsi Banten yang dibentuk oleh Gubernur Wahidin Halim tersebut telah tiba di Jayapura pada Rabu, 2 Oktober 2019.

Tim meliputi aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi, dan Taruna Siaga Bencana. Tim kemudian mendata warga Banten yang ada di pengungsian serta membuka posko kemanusiaan untuk mempermudah proses pendataan dan pemulangan mereka ke Banten.

"Informasi awal, sudah ada sekira 16 orang yang telah terdata di wilayah Sentani. Sebanyak sembilan warga asal Kota Serang dan tujuh warga asal Kabupaten Serang," kata Kusmayadi.

Warga Banten yang sudah terdata untuk sementara dikumpulkan di rumah kontrakan Nurhasanudin, warga Kota Serang yang berada di Sentani.

Kusmayadi mengatakan bahwa menurut informasi yang dia peroleh saat ini masih ada warga Banten yang berada di daerah seperti Wamena dan Kampung Waena. "Kami sedang lakukan asessment dan pendataan biar segera dipulangkan sesuai arahan Pak Gubernur. Pemantauan juga akan terus kami lakukan di beberapa posko pengungsian untuk mencari pengungsi orang Banten," katanya.

Menurut Kusmayadi, warga Banten yang mengungsi untuk menghindari dampak kerusuhan Wamena semua dalam keadaan sehat, tidak ada ada yang terluka. Warga Banten yang mengungsi dari Wamena umumnya pedagang dan guru.

"Tim rencananya melakukan penyisiran sampai Senin (7 Oktober) mendatang. Untuk kepulangan nanti situasional sambil mengumpulkan yang lain," ia menambahkan.***

Bagikan: