Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Para Pelajar Ikut Demo Karena Diiming-imingi Uang

Adang Jukardi
KAK Seto (kiri) dan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto didampingi Kak Seto dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu 2 Oktober 2019 terkait pelajar dari luar Jakarta yang telantar setelah ikut demonstrasi.*/ ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Utara
KAK Seto (kiri) dan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto didampingi Kak Seto dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu 2 Oktober 2019 terkait pelajar dari luar Jakarta yang telantar setelah ikut demonstrasi.*/ ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Utara

 JAKARTA, (PR).-  Pelajar yang diamankan polisi di Jakarta Utara datang ke Jakarta karena dijanjikan uang untuk mengikuti demo, namun kenyataannya setelah tiba di ibu kota mereka malah diterlantarkan. Mereka akhirnya dibolehkan pulang.

"Dijanjikan, katanya dibayar kalau sudah sampai sana (lokasi demo). Setelah sampai sana cari yang mau kasih (uang) tapi tidak ketemu," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi, Rabu 2 Oktober 2019.

Dikutip dari laman Antara, mengetahui mereka tidak mendapatkan uang yang dijanjikan, sebagian pelajar memutuskan pulang.  Namun ada juga yang terus mengikuti aksi demo akibat terprovokasi.

"Ada sebagian yang balik kanan, ada sebagian yang lanjut karena terprovokasi," katanya.

Pelajar yang datang ke Ibu Kota Jakarta dengan modal pas-pasan ini akhirnya kehabisan uang dan telantar di sekitar Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemudian diamankan oleh Polres Metro Jakarta Utara.

Setelah diamankan, polisi kemudian memberikan mereka makanan dan minuman serta melakukan pendataan kepada anak sekolah tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan, diketahui anak sekolah tersebut banyak yang berasal dari luar Jakarta, antara lain, dari Cirebon, Cikampek, Sumedang, dan Kuningan di Jawa Barat.

"Boro-boro duit untuk pulang, untuk makan saja tidak ada, makanya mereka lemas," katanya.

Para pelajar yang diamankan di Mapolres Jakarta Utara tersebut hari ini rencananya dipulangkan dengan bantuan Kak Seto dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Sebagian dari Sumedang

Enam orang dari para pelajar tersebut adalah siswa SMK dari Kabupaten Sumedang.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo membenarkan hal itu.

“Jadi, setelahnya kami cross check langsung kepada pihak sekolah dan orang tuanya,  jumlah  pelajar SMK dari Kabupaten Sumedang yang diamankan,  semuanya ada 6 orang,” ujarnya pada jumpa pers di Sumedang, Rabu 2 Oktober 2019.

Sebelumnya dikabarkan pelajar Sumedang yang ditangkap berjumlah sembilan orang.  Namun setelah ditelusuri, dua orang hanya dicatut namanya, dan seorang lagi bukan pelajar karena telah lulus.

Ia menyebutkan, keenam pelajar yang diamankan berasal dari 2 sekolah, yakni  SMK YPGU Sumedang dan  SMK PGRI 2 Sumedang. Keenam pelajar tersebut, kini sedang dijemput oleh orang tuanya di Jakarta.

Setelah pulang ke rumah,  kata dia, Polres akan melakukan pendekatan persuasif kepada mereka, sekaligus  melakukan pembinaan khusus supaya mereka tidak mudah percaya dengan berbagai pemberitaan di medsos. 

“Selama ini, kami rutin dan terus menerus melakukan pembinaan terhadap adik-adik pelajar SMA dan SMK. Nah, nanti kami akan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk para pelajar. Kegiatan ini dikerjasamakan dengan pihak sekolah dan pemda,” tutur Hartoyo.

Menanggapi hal itu, Kadisdik Kab. Sumedang Agus Wahidin mengatakan, pengelolaan sekolah SMA dan  SMK itu di bawah kewenangan Disdik Jabar, sehingga pembinaan para pelajarnya  langsung dilakukan oleh pihak sekolah dibawah kendali Disdik Jabar. Akan tetapi, guna mengantisipasi kejadian itu “menular” terhadap pelajar SMP yang berada di bawah naungan Disdik Kab. Sumedang, dirinya sudah melakukan upaya antisipasi.***

 

Bagikan: