Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Kakek dan Nenek Tempati Gubuk Reyot di Kota Baja

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi rumah tak layak huni.*/DOK. KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi rumah tak layak huni.*/DOK. KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Di tengah hiruk pikuk gemerlap Kota Cilegon yang disebut Kota IndustrI, Kota Dolar dan Kota Baja, ternyata ada warga hidup dalam kemiskinan.

Tepatnya di lingkungan Kolelet Kel. Deringo Kec. Citangkil hiduplah sepasang suami istri bernama Asmin (70) dan istrinya Muawanah (60). Mereka ditemani oleh 3 orang cucu dari 1 orang anak perempuan yang hidupnya jauh dari kata layak.

Mereka tinggal di sebuah gubuk dengan ukuran 3 X 2 meter. Gubuk tersebut terbuat dari bambu yang sudah lapuk dan hanya tingga menunggu waktu untuk ambruk.

Sebagai pembatas dari pandangan orang melihat banyak terpal dan spanduk bekas untuk menutupi gubuk tersebut. Untuk memasak, dapurnya sepertinya alakadarnya bahkan sampai menyusun batubata guna menempatkan wajan atau panci di atas tungku. Kepada awak media Asmin menceritakan bahwa dirinya baru tinggal sekitar 2 mingguan di tanah milik RT setempat.

“Awalnya saya menumpang di rumah saudara karena saya asli orang sini. Namun karena di saudara saya ada yang menikah, dan satu rumah dihuni oleh 5 Kepala Keluarga (KK) akhirnya saya sadar,namanya juga menumpang, makanya saya pergi dari rumah saudara tersebut sambil membawa cucu dan anak saya,” katanya, Selasa 1 Oktober 2019.

Cari barang bekas

Asmin mengatakan, selama ini untuk menghidupi 1 anak dan 3 cucunya ia mencari barang bekas kesana kemari dan menjualnya pada sebuah lapak rongsokan. Uang hasil menjual barang bekas tersebut, digunakan untuk sehari-hari. Namun demikian, ia tak pernah mengeluh atau meratapi kehidupannya.

“Keseharian saya mencari barang bekas, mulai dari botol air mineral, besi ukuran kecil dan barang-barang bekas yang bisa dijual. Sehari bisa dapat Rp 15-20 ribu. Lantas uang itu kami gunakan buat keperluan sehari-hari. Walau tidak cukup, saya cukupkan saja. Alhasil dengan uang segitu, cucu saya tidak bisa sekolah karena tidak punya biaya,” ujarnya.

Asmin mengungkapkan, dirinya pernah punya menantu, namun menantu tersebut meninggal karena penyakit yang diderita. Akhirnya berbekal percaya kepada Allah SWT,ia menjalani hidup tanpa pernah mengeluh.Karena, kata dia, kalau tiap hari mengeluh, maka tidak akan ada usaha untuk menghidupi keluarganya.

“Pernah punya menantu, tapi meninggal karena penyakit. Untuk itu saya bersama cucu dan anak terus menjalani kehidupan ini. Buat apa mengeluh, bagi kami, mengeluh bukan jalan satu-satunya, ya terus saja menjalani hidup ini,” tuturnya.

Dapat bantuan

Asmin menambahkan, untuk bantuan dari pemerintah dirinya sudah pernah mendapatkan. Namun bantuan tersebut untuk keperluan keseharian seperti sembako dan program dari Dinas Sosial yang tiap bulan.

“Kalau bantuan memang sering tapi untuk kebutuhan sehari-hari, akan tetapi saya ingin punya tempat tinggal.Ini juga lahannya punya pak RT yang membolehkan saya tinggal di sini,” ucapnya sambil menyeka keringat.

Muawanah istrinya yang menemani keseharian hanya bisa berdoa,a gar kelak di kemudian hari ada dermawan yang membantu keluarganya untuk dibuatkan rumah. Sehingga,ia bersama keluarganya bisa hidup layak seperti umumnya masyarakat Cilegon.

“Ya inginnya punya rumah sendiri,lahan sendiri walau sudah tua begini, kasihan sama cucu-cucu saya. Masih kecil harus menanggung beban seperti itu. Alhamdullilah, tadi ada orang yang mau menyekolahkan cucu saya 2 orang, sekarang tinggal 1 orang saja cucu saya yang masih kecil,” kata Muawanah.

Sementara itu Lurah Deringo Kecamatan Citangkil, Edi Qodratullah  ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa keluarga Asmin memang jauh dari kata layak.Bahkan ia berharap kepada sejumlah pihak agar dapat membantu keluarga tersebut.

“Iya benar, keluarga Pak Asmin memang kurang layak. Pernah kami usulkan bantuan dalam program bedah rumah atau rumah tidak layak, namun lahan tersebut bukan miliknya.Kalau untuk bantuan lainnya tidak kurang.Kami berharap ada industri atau dermawan yang mau membantu beliau dengan kondisi tersebut,” ungkapnya kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto.***

Bagikan: