Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Siapa Pantas Duduk di Kursi Ketua MPR?

Muhammad Irfan
KETUA MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) didampingi Wakil Ketua MPR (dari kiri-kanan) Ahmad Muzani, Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Oesman Sapta Odang, Ahmad Bazarah, dan Muhaimin Iskandar memimpin Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan Periode 2014-2019 di Gedung Nusantara Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, Juli 2019 lalu.*/ANTARA
KETUA MPR RI Zulkifli Hasan (tengah) didampingi Wakil Ketua MPR (dari kiri-kanan) Ahmad Muzani, Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, Mahyudin, Oesman Sapta Odang, Ahmad Bazarah, dan Muhaimin Iskandar memimpin Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan Periode 2014-2019 di Gedung Nusantara Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, Juli 2019 lalu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 711 anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat resmi dilantik. Terdiri dari 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan sisanya yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah, 711 anggota MPR ini kini menunggu pemimpinnya. Jabatan seksi ini nampaknya akan cukup alot dengan partai yang bersaing yakni Gerindra, Golkar, dan PKB.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) termuda Hillary Brigitta Lasut yang menjadi pimpinan Sidang sementara menyampaikan bahwa rapat paripurna untuk menetapkan pimpinan MPR akan digelar pada Rabu, 2 Oktober 2019.

Sesuai Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) yang baru disahkan pada 16 September lalu, pimpinan MPR berjumlah sepuluh orang dari yang mulanya delapan. Sepuluh ini dengan rincian perwakilan dari sembilan partai politik yang ada di parlemen plus satu perwakilan dari DPD.

Pemilihan Ketua MPR akan digelar secara musyawarah. Jika tak ada titik temu, maka akan digelar voting.

Dari tiga partai yang disebut sebagai berpeluang besar, Golkar telah mengajukan nama Bambang Soesatyo. Nama Bambang resmi diutus setelah partai menggelar rapat harian membahas pencalonan pimpinan MPR dan DPR beberapa saat setelah pelantikan anggota MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa, 1 Oktober 2019.

Sementara Aziz Syamsuddin yang mulanya disebut sebagai pesaing Bambang untuk meraih kursi pimpinan MPR dipercaya sebagai Wakil Ketua DPR dan Ketua Fraksi Golkar DPR. Menurut Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzili, dalam rapat disebut juga nama Zainudin Amali sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR RI dan Ketua panitia HUT Partai Golkar ke-55, yaitu ditugaskan kepada Agus Gumiwang Kartasasmita.

PKB yang semula santer mengajukan nama Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar sebagai calon Ketua MPR justru kini belum menyebut nama. Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut pihaknya pun masih menunggu arahan Muhaimin.

Sebaliknya, alih-alih menyiapkan diri sebagai Ketua MPR, Muhaimin justru disebut akan menjadi Wakil Ketua DPR mewakili PKB. Seperti diketahui berdasarkan UU MD3, pimpinan DPR diisi oleh perwakilan dari lima partai dengan raihan suara tertinggi. Di peiode ini, PDIP akan menjadi ketua, dengan empat wakilnya dari Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB.

"Dengan mengajukan Cak Imin, kami ingin jadi bagian daripada keputusan dan kebijakan-kebijakan DPR, kan yang sudah bagus dan punya tata kelola segala macam yang baik selama ini," kata dia.

Cak Imin pun dilantik pada Selasa malam bersamaan dengan pimpinan DPR lainnya yakni Ketua DPR Puan Maharani, Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang merupakan politisi PDIP, Aziz Syamsudin dari Golkar, Sufmi Dasco Ahmad dari Gerindra, serta NasDem yang mengusulkan Rahmat Gobel.

Adapun calon Ketua MPR yang diusulkan Gerindra asalah Sekretaris Jenderalnya Ahmad Muzani. Ditemui usai pelantikan, Muzani bahkan mengklaim dirinya mendapat dukungan untuk menjadi Ketua MPR RI. Dia ingin mengingatkan kepada semua pihak di Majelis agar kepemimpinan MPR diserahkan kepada partai yang menjadi penyeimbang dari koalisi pemerintah.

“Karena itu sejak awal, teman-teman partai, fraksi mendorong saya untuk menjadi calon ketua MPR. Dalam waktu singkat Gerindra akan menyampaikan pandangan sikap tersebut dalam pembicaraan awal pada saat penentuan pimpinan MPR,” ucap dia.

Muzani mengatakan, komunikasi antarpartai di MPR pun sudah dilakukan, termasuk dari kelompok DPD RI. Muzani pun berharap, penentuan Ketua MPR dilakukan dengan cara musyawarah. Namun, bila musyawarah tidak mencapai mufakat, mau tidak mau voting dijadikan alat pengambilan keputusan.

"Cuma votingnya enggak kaya dulu, enggak ada lagi paket, artinya siapapun yang akan jadi ketua maka orang yang ditunjuk akan tetap jadi wakil Ketua, dan yang kalah jadi wakil, bila saya terpilih menjadi ketua, maka yang lain wakil ketua," kata Muzani.

ANGGOTA DPR periode 2019-2024 diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung M Hatta Ali di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 1 Oktober 2019. Sebanyak 575 anggota DPR terpilih dan 136 orang anggota DPD terpilih diambil sumpahnya pada pelantikan tersebut.*/ANTARA

Perebutan MPR 1 ini dibenarkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Yandri Susanto. Menurut dia, Gerindra, Golkar, dan PKB memang berniat mengisi posisi pucuk pimpinan MPR sejak awal. Meski begitu, segala kemungkinan masih bisa terjadi seperti saat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meraih jabatan Ketua MPR lima tahun lalu.

“Saya telah berdiskusi dengan Gerindra dan PDIP. Dari Gerindra, mereka mengajukan Muzani. Artinya ada dinamika, terus tadi Zulkifli komunikasi dengan Basarah, PDIP belum menentukan sikap siapa Ketua MPR," kata Yandri.

Menurut Yandri, dinamika pemilihan sosok Ketua MPR masih akan terus terjadi setiap waktu hingga waktu pemilihan nanti. Termasuk, dari perwakilan DPD yang masih perlu dilakukan lobi atau pendekatan oleh partai politik di DPR.

"Dari jam per jam, menit ke menit ada dinamika yang terjadi antara partai-partai yang memang punya pimpinan," katanya. 

Yandri menambahkan, PAN sendiri sudah memutuskan untuk kembali mencalonkan Zulkifli Hasan sebagai pimpinan MPR periode ini. Alasan pengalaman membuat partai dengan logo matahari ini percaya pada kinerja Zulkifli. “Ya cuma satu nama, pak Zulhas. Dia berpengalaman,” kata Yandri.

Selain PKB, PDIP memang belum menyebut nama kandidat yang akan dimajukan sebagai perwakilan di MPR. Meski demikian, nama Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah beberapa kali santer muncul. Begitu pun dengan Demokrat yang belum sebut nama tapi gaung Edhi Baskoro Yudhoyono sebagai calon wakil partai mercy di MPR cukup riuh.

Sementara PPP, mengajukan dua kader PPP Arsul Sani dan Arwani Thofami menjadi kandidat terkuat Selain keduanya, Ketua (Plt) PPP Soeharso Manoarfa menyebut ada kader perempuan yang juga menjadi kandidat. "Ini kita baru mau bahas, memutuskan sekarang. Kandidatnya ada saudara Arwani, Arsul, sama satu perempuan," kata Soeharso.

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid juga menegaskan pihaknya belum menentukan calon Wakil Ketua MPR dari PKS. Dia berharap ada regenerasi PKS di MPR meski dirinya mengaku siap jika ditunjuk lagi menempati posisi itu. Hal ini seiring santernya nama dia disebut.

"Ya pada hakikatnya di PKS itu partai kader ya, kami tidak mengenal istilah menolak atau kami tidak punya istilah untuk lobi. Lobi enggak nolak juga enggak. Jadi kita serahkan sepenuhnya pada pimpinan untuk memutuskan apa pun yang diputuskan kami akan laksanakan," kata Hidayat. 

Adapun Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menetapkan tiga nama untuk diusulkan menempati posisi bergengsi mewakili partai itu di lembaga legislatif. Mereka adalah Lestari Moerdijat sebagai calon pimpinan MPR, Rachmad Gobel sebagai calon pimpinan DPR dan Ahmad Ali tetap sebagai Ketua Fraksi NasDem DPR. 

Lestari Moerdijat yang akrab disapa Mbak Rerie akan menjadi perempuan kedua yang menempati posisi pimpinan MPR asal partai politik di era reformasi setelah Melani Leimena dari Partai Demokrat pada MPR periode 2009-2014. Sebelumnya juga ada Mooryati Soedibyo, namun dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada MPR masa bhakti 2004-2009.

Menurut Surya Paloh, pemilihan Lestari Moerdijat dilatarbelakangi  komitmen NasDem yang ingin meningkatkan peran perempuan di parlemen. Rerie, kata Surya, memiliki karakter sebagai pekerja keras, gesit, ulet dan jujur.

‘’Karakter seperti itu  dibutuhkan negeri ini untuk mengusung gerakan restorasi di MPR," kata Surya.

Sementara itu, empat senator terpilih untuk memimpin Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019-2024. Mereka adalah Sultan Bachtiar Najamuddin mewakili Wilayah Barat I, La Nyalla Matalitti perwakilan Wilayah Barat II, Mahyudin perwakilan Wilayah Timur I, serta Nono Sampono mewakili Wilayah Timur II. Dari 117 anggota DPD nama yang akan mewakili lembaga ini di MPR masih cair. Namun, Brigitta sebagai pimpinan sidang sementara menyebut sudah ada empat nama dari DPD.***

Tags
Bagikan: