Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 19.1 ° C

Tak Kuat Nanjak, Odong-Odong Rombongan Murid PAUD Terguling

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi mobil odong-odong.*/ANTARA
FOTO ilustrasi mobil odong-odong.*/ANTARA

SERANG,(PR).- Mobil odong-odong jenis pick-up dengan nomor polisi D 8068 VS yang mengangkut 29 murid, orangtua dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) At Taqwa dari Desa Pancaregang Kecamatan Tunjungteja terguling di tanjakan Pasir Menyan, Kampung Ciawi Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Jumat 27 September 2019. 

Kendaraan yang dikendarai oleh Taryono warga Desa Bentar, Kecamatan Salem Kabupaten Brebes terguling saat tak kuat menanjak jalan sepulang berwisata dari Taman Mahkota Ratu di Cikeusal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, mobil odong-odong tersebut disewa oleh PAUD AT Taqwa untuk melakukan kegiatan sekolah berupa kunjungan ke objek wisata taman Mahkota Ratu di Desa Sukaratu. Mobil tersebut bermuatan 29 orang yang terdiri dari murid, orangtua dan guru.  Perjalanan dari PAUD dimulai sekitar pukul 09.30 menuju lokasi.

Sekitar pukul 10.30 odong-odong tersebut meninggalkan lokasi objek wisata dan menuju pulang ke PAUD. Namun nahas dalam perjalan tersebut odong-odong terguling di Tanjakan Pasir Menyan, Kampung Ciawi, Desa Sukaratu.

Kepala Desa Sukaratu Kecamatan Cikeusal Irman Supriatman mengatakan, peristiwa nahas itu bermula saat odong-odong tersebut berwisata ke taman Mahkota Ratu di Desa Sukaratu. Namun sepulang dari berwisata kendaraan tersebut tidak sanggup menanjak dan akhirnya terguling. 

“Iya itu sudah diingatkan sama pengelola (taman Mahkota Ratu) juga, termasuk ibu guru PAUD suruh turun jangan dipaksakan. Tapi pihak odong-odong kekeuh bae dan enggak kuat nanjak, selip terus mundur lagi. Akhirnya terbanting juga karena beban lebih,” ujarnya.

Baru pertama

Irman menjelaskan, odong-odong tersebut baru kali pertama membawa anak-anak yang hendak berwisata. Pihak odong-odong pun tanpa melakukan komunikasi dengan pengelola taman sebelum datang. “Itu baru kali ini, ngedadak,” ucapnya.

Akibat peristiwa itu, kata dia, sekitar puluhan korban mengalami luka-luka. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Cikeusal untuk mendapatkan perawatan medis. “Masih ramai tadi juga di puskesmas. Itu sekolah PAUD dari Tunjungteja. Sudah sering (anak anak wisata ke taman Mahkota Ratu) tapi baru ini pakai odong-odong,” katanya.

Kepala Puskesmas Cikeusal, Dwi Joko mengatakan, pada peristiwa itu ada 29 penumpang yang mengalami luka-luka. Semuanya mengalami luka ringan seperti lecet, robek dan luka di kepala. “Semua sudah ditangani, ada yang dijahit. Tapi enggak ada yang parah hanya robek di kepala dan dijahit,” ujarnya.

Joko mengatakan, untuk saat ini semua korban sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Dari korban tersebut bukan hanya anak-anak tapi ada juga ibu ibu. “Waduh saya enggak tahu (berapa anak berapa ibu-ibu. Tapi alhamdulillah sudah diizinkan pulang. Tadi Pak Kapolsek sama pak Camat juga sudah ke sini,” ucapnya.

Kapolsek Cikeusal AKP Mulyanto mengatakan, mobil odong-odong tersebut dikendarai oleh Tarjono yang tinggal di Cibadak, Kabupaten Lebak. Saat ini pengendara masih diperiksa oleh Polres Serang. “Sementara pemilik diamankan, kasusnya ditangani lakalantas Polres Serang untuk dimintai keterangan, mobil juga diamankan,” ujarnya.***

Bagikan: