Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Sebagian cerah, 27.4 ° C

Ibu-ibu Pengajian Menjerit, Tiba-tiba Ada Babi Masuk Masjid

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi babi hutan.*/ANTARA
FOTO ilustrasi babi hutan.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Warga perumahan RS Pemda Cipocok Jaya digemparkan dengan seekor babi hutan yang masuk Masjid Nurul Amal tepatnya di RT 02 RW 08 Kelurahan Banjar Agung , Kecamatan Cipocok Jaya, Minggu 22 September 2019. Babi itu muncul ketika masyarakat sedang mengadakan pengajian. Seketika, para ibu yang sedang mengikuti pengajian berteriak dan ketakutan melihat penampakan babi hutan yang tak lazim berada di masjid.

Seorang warga yang ada di lokasi kejadian Gugi Gustaman mengatakan, babi hutan itu secara tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi masjid. Kemudian, langsung masuk masjid dan kebingungan. "Ada acara pengajian RT. Terus babi itu muncul dari WC, abis itu masuk masjid. Ketika acara pembagian santunan anak yatim," ujarnya.

Ketika mendengar teriakan jemaah pengajian, kata dia, warga sekitar langsung berlari dan mendatangi masjid. Dengan cepat, warga langsung mengurung babi hutan tersebut di dalam masjid. Tidak beberapa lama, warga berkumpul kembali sambil membawa kayu dan tali untuk menangkap babi tersebut.

"Warga menjerit, dan babi di kurung di masjid. Lalu babi itu dikeluarkan dari dalam masjid. Dari pada ngacak-ngacak masjid, jadi dikeluarin ke halaman masjid. Abis itu baru ditangkap di halaman Masjid Nurul Amal," katanya.

Sudah dilumpuhkan

Saat ini, babi hutan tersebut telah berhasil dilumpuhkan dan diikat oleh warga. "Rencananya dikurung dulu, ini kan baru ditangkap sama warga. Belum tahu mau dikemanain, yang penting sudah dilumpuhkan. Jadi warga tidak khawatir," ucapnya.

Ketua RT 02 RW 08 Blok B Komplek RS Pemda, Kelurahan Banjar Sari, Kecamatan Cipocok Jaya, Endang Suparman mengatakan, babi tersebut diduga merupakan peliharaan. Sebab, dari warna kulit dan tampilannya terlihat terawat. "Kalau dilihat, menurut saya sih itu kayak peliharaan. Soalnya kelihatannya terawat dan bersih, bukan seperti babi hutan," katanya.

Kemudian, ia pun menjelaskan, awalnya babi tersebut keluar dari arah Mayabon dan masuk ke masjid di lingkungannya. Ketika dikepung warga, babi tersebut lari kearah Komplek Permata Banjar Asri. Dikatakannya, babi itu diperkirakan memiliki bobot hingga satu kwintal dan sebesar domba Garut aduan. 

"Lumayan besar itu, berat juga, ada kayaknya satu kuintal. Katanya sih iya ditembak, tapi saya engga ngikutin sampe kesana (Permata Banjar Asri). Tapi sudah tertangkap, dan dibawa ke Polsek Cipocok sama warga buat laporan. Setau saya, didaerah sini engga ada yang pelihara itu (babi)," tuturnya.

Hewan liar

Sementara, Kepala Resort Wilayah III Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Serang Tuwuh Rahardianto Laban mengatakan, kemungkinan babi yang ditemukan warga merupakan babi hutan. Sebab, untuk di wilayah Serang, ada beberapa titik yang menjadi sarang dari babi hutan tersebut.

"Untuk di Serang itu masih ada (babi hutan) kalau dibilang banyak ya tidak sebanyak di Pandeglang, tapi ada. Bahkan di daerah Dalung di belakang perumahan itu ada sarangnya, tepat di pinggir sungai Cibanten. Bahkan kami sempat menangkap dua ekor babi hutan juga di daerah Dalung, Kelurahan Cipocok Jaya," ujarnya.

Sedangkan, untuk di daerah RS Pemda, ia menjelaskan masih wajar apabila ada babi hutan. Sebab, di daerah tersebut masih ada hutan dan perkebunan yang merupakan habitat mereka. "Ya wajar saja kalau masih ada. Ini juga bukan kejadian yang pertama, sebelumnya juga pernah ada di komplek Griya Permata Asri, dua ekor. Dan sampai sekarang itu masih ada, kami pun masih mencari cara untuk menjeratnya untuk kemudian dilepasliarkan," katanya.

Selain babi hutan, di wilayah Banten, termasuk Kota Serang, masih ada beberapa hewan liar lainnya. Seperti monyet ekor panjang, musang, hingga kukang. "Apalagi di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, itu masih banyak sekali. Kalau di Serang ini tidak terlalu banyak, tapi biasanya kalau mereka masuk perkampungan itu sedang mencari makan," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.***

Bagikan: