Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Tiga Tim Sudah Diturunkan untuk Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Slamet wilayah Banyumas

Eviyanti
API masih tampak di lereng Gunung Slamet sejak diketahui pertama kali pada Selasa, 17 September 2019 petang. Hingga Rabu, 18 September 2019 api belum bisa dijinakkan petugas berwenang.*/ISTIMEWA
API masih tampak di lereng Gunung Slamet sejak diketahui pertama kali pada Selasa, 17 September 2019 petang. Hingga Rabu, 18 September 2019 api belum bisa dijinakkan petugas berwenang.*/ISTIMEWA

PURWOKERTO, (PR),- Tim gabungan berupaya keras menangani kebakaran hutan (karhutla) yang sedang terjadi di wilayah barat-selatan Gunung Slamet, tepatnya di wilayah Perhutani KPH Banyumas Timur, Kabupaten Banyumas. Penanganannya melibatkan lima kabupaten terdampak, yakni Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0701/Banyumas, Letnan Kolonel Infanteri Chandra, mengatakan, penanganan tersebut dilakukan segera karena karhutla sudah mengganggu ekosistem yang ada di hutan lindung itu. Kebakaran di Gunung Slamet wilayah, terutama wilayah Banyumas, mulai mengarah ke hutan lindung yang merupakan wilayah resapan. 

"Sebagai tindak lanjut penanganan karhutla di lereng Gunung Slamet, pada hari Minggu (22 September 2019) akan dilakukan rapat bersama yang melibatkan lima kabupaten terdampak," kata Chandra, Sabtu, 21 September 2019.

Dikatakannya, kebakaran hutan di lereng wilayah Banyumas merupakan rambatan dari kebakaran yang terjadi di lereng bagian barat gunung wilayah Tegal dan Brebes. "Sumber api awalnya memang dari hutan rimba, sehingga medannya pasti sangat berat, banyak jurang-jurangnya," ujarnya.

Kondisi hutan memang menjadi salah satu kendala utama penanganannya. Estimasi jarak dari posko pembarangkatan menuju lokasi titik api bisa mencapai sekitar delapan jam. Karena itu, petugas medis juga sudah disiapkan dengan mendirikan posko yang dibantu oleh para relawan.

Karhutla di Banyumas sudah berlangsung selama dua hari. Api merambat masuk dari Perhutani Pekalongan Barat ke wilayah hutan Perhutani Banyumas Barat melalui Kaligua (Brebes) ke Cilongok (Banyumas) melalui petak 58. 

Chandra menuturkan, tim gabungan penangguolangan kebakaran sudah diberangkatkan ke area hutan sejak Jumat, 20 September 2019, hingga Sabtu, 21 September 2019. Tim gabungan pertama ada 18 orang terdiri dari petugas BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat. Fokus penanganannya dengan cara membuat sekat karena kejadiannya di hutan rimba dengan medan yang sangat berat dan banyak jurang.

KEBAKARAN melanda hutan seluas 6 hektare di area Gunung Sumbing , Wonosobo, Minggu, 11 Agustus 2019. Api masih belum bisa dipadamkan hingga Senin, 12 Agustus 2019.*/EVIYANTI/PR

Kronologi penanganan kebakaran  

Laporan bahwa api sudah masuk ke wilayah Banyumas ada sejak Jumat, 20 September 2019, pukul 16.00 WIB. Api pertama kali terlihat di Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden. Tim penanggulangan pertama pun segera naik melalui Kebun Raya Baturraden.

Selanjutnya, pada pukul 23.30 WIB, kata dia, tim ke dua yang berjumlah 31 orang diberangkatkan. Mereka berangkat melalui rute yang sama untuk memperkuat tim pertama.

"Sampai tadi malam sudah sampai di Check Point 2, kemudian melakukan kegiatan pembuatan sekat agar api itu tidak merambat lagi ke sektor yang nantinya akan dilalui. Kemudian, di sana ditemui sudah ada asap, debu, sehingga dimungkinkan api akan melewati wilayah itu," ucapnya.

Kemudian, ia menambahkan, tim ke tiga yang berjumlah 41 orang diberangkatkan Sabtu pagi. Tim bertugas untuk mengantisipasi atau menutup jalur lain yang kemungkinan akan dilewati api jika tim ke dua tidak bisa mengatasinya.

Ditambahkannya, ia juga menyatakan harapannya supaya karhutla di lereng barat-selatan Gunung Slamet tidak meluas ke hutan lindung Purbalingga. Hutan di lereng sebelah timur Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Purbalingga sempat mengalami kebakaran pada pertengahan September 2019.***

Bagikan: