Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Empat Titik Terdeteksi Rawan Pencemaran Udara 

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI pencemaran udara.*/DOK. PR
ILUSTRASI pencemaran udara.*/DOK. PR

CILEGON,(PR).-VPengawasan kualitas udara di Kota Cilegon hingga saat ini masih terbilang minim. Padahal, upaya pendeteksian terhadap pencemaran udara sangat penting, mengingat Kota Cilegon merupakan kota industri.

Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, terdapat empat titik rawan pencemaran udara yang belum terpasang Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Itu adalah alat pemantau kualitas udara, untuk mendeteksi kadar polusi yang ada di suatu wilayah. 

“Kami sudah punya empat ISPU, itu sudah kami pasang di beberapa tempat. Namun kami masih kekurangan empat ISPU untuk ditempatkan di empat titik,” kata Kepala DLH Kota Cilegon Ujang Iing, Sabtu 21 September 2019.

Menurut Iing, empat titik yang sudah terpasang ISPU berada di Simpang Pondok Cilegon Indah (PCI), Bundaran Landmark, depan PT Dover Chemical Kelurahan Gerem, serta di sekitar kawasan industri Ciwandan. Sementara empat titik yang belum terpasang ISPU adalah Suralaya, Pelabuhan Merak, Kawasan Industri KIEC I, dan Kawasan Industri KIEC II. “Empat titik itu pun penting untuk dipasang ISPU,” ujarnya.

Pencemaran udara, menurut Iing, bukan hanya karena aktivitas pabrik atau industri, namun juga karena aktivitas kendaraan bermotor. Jika kualitas udara buruk, ISPU akan nyala merah, sementara jika baik akan menyala hijau. “Zat yang dideteksi oleh ISPU itu, berupa PM 10 (partikulat), SO2 (sulfur dioxida), CO (senyawa gas karbon), O3 (Ozon), sama NO2 (Nitrogen). Hasil pemantauan dalam ISPU itu terekam dan tersambungkan ke server yang ada di Kantor DLH Cilegon,” tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Iing mengatakan, ISPU di Simpang PCI baru dibeli tahun ini. Sementara pihaknya pun memiliki dua ISPU portable. “ISPU portable kami gunakan ketika ada dugaan pencemaran udara di sebuah wilayah. Seperti contoh kasus ketika ada kebakaran di TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) Bagendung, pihaknya memasang ISPU untuk memantau kualitas udara,” ucapnya.

Terkait empat titik rawan pencemaran udara yang belum dipasang ISPU, Iing berharap ada campur tangan industri. Mengingat dampak polusi udara terbesar berasal dari industri. “Ingin saya sih, industri turut serta memerhatikan kondisi lingkungan. Yakni dengan memberikan ISPU di empat titik itu,” katanya.***
 

Bagikan: