Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Tersangka Kasus Suap, Menpora Imam Nahrawi Sampaikan Surat Pengunduran Diri ke Presiden

Muhammad Ashari
MENPORA Imam Nahrawi memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi oleh KPK di Widya Chandra III, Jakarta, Rabu, 18 September 2019. KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap pemberian dana hibah KONI.*/ANTARA
MENPORA Imam Nahrawi memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka baru kasus dugaan korupsi oleh KPK di Widya Chandra III, Jakarta, Rabu, 18 September 2019. KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap pemberian dana hibah KONI.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo menekankan supaya pejabat pemerintahan berhati-hati menggunakan anggaran. Hal tersebut dikatakannya ketika merespon penetapan tersangka Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Jokowi mengatakan, kepatuhan terhadap aturan terkait penggunaan anggaran telah diawasi oleh negara. “Semuanya hati-hati menggunakan anggaran karena semuanya diperiksa. (Kalau) kepatuhan terhadap perundang-undanganan diperiksa oleh BPK. Kalau ada penyelewengan, itu urusannya dengan aparat penegak hukum,” kata dia di Istana Merdeka, Kamis, 19 September 2019.

Adapun terkait dengan posisi Imam Nahrawi di Kabinet Kerja saat ini, Jokowi menuturkan, masih akan mempertimbangkan dulu posisi Menpora akan diganti dengan yang baru atau diganti oleh pelaksana tugas (plt).

“Tentu saja akan segera dipertimbangkan apakah segera diganti dengan yang baru atau memakai Plt. Tadi sudah disampaikan kepada saya surat pengunduran diri dari Pak Menpora Imam Nahrawi,” tuturnya.

Jokowi menambahkan, ia menghormati keputusan KPK yang telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka dalam kasus dana hibah dengan Komite Olah raga Nasional Indonesia. Menurutnya, ia telah bertemu dengan Imam untuk membicarakan soal penetapan tersangka oleh KPK.

“Tadi pagi Pak Imam Nahrawi bertemu dengan saya dan saya menghormati apa yang sudah diputuskan oleh KPK bahwa Pak Imam Nahrawi sudah menjadi tersangka karena urusan dana hibah dengan KONI,” ujarnya.

PRESIDEN Joko Widodo saat memberikan keterangan pers terkait pengunduran diri Menpora Imam Nahrawi, Kamis, 19 September 2019.*/MUHAMMAD ASHARI/PR

Sebelumnya, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, penetapan tersangka Imam Nahrawi oleh KPK membuktikan bahwa pemerintah tidak mengintervensi kerja KPK. Dengan penetapan tersangka, tidak ada yang bisa melakukan intervensi terhadap keputusan itu.

“Dengan apa yang telah ditetapkan KPK, tentu saja tidak ada satu orang pun yang bisa melakukan intervensi sehingga, ya, publik memberikan kepercayaan kepada KPK atas perintah undang-undang. Tinggal nanti kita lihat seperti apa prosesnya,” ujar Ngabalin, sapaannya, Rabu, 18 September 2019.

Menurut Ngabalin, dengan adanya status tersangka, otomatis Imam mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora. Hal tersebut dikatakannya telah ada yurisprudensinya.

Namun demikian, terkait pergantian posisi Menpora, Ngabalin mengatakan hal itu telah menjadi ranah presiden. Presiden yang memiliki wewenang terkait posisi Menpora setelah kasus ini. “Kewenangan ini menjadi hak prerogatif presiden, itu kita belum tahu,” tuturnya.***

Bagikan: