Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 31 ° C

Puluhan Tabung Elpiji Subsidi Disita dari Lima Rumah Makan

Wilujeng Kharisma
FOTO ilustrasi tabung gas elpiji subsidi.*/ANTARA
FOTO ilustrasi tabung gas elpiji subsidi.*/ANTARA

SLEMAN, (PR).- Sebanyak 80 tabung gas elpji bersubsidi atau elpiji tiga kilogram disita petugas dari lima rumah makan di sepanjang Jalan Kaliurang. Petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi.

Sidak dilakukan petugas dari Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Pertamina Cabang Yogyakarta, di sepanjang Jalan Kaliurang dengan menyasar pada usaha rumah makan yang tidak termasuk dalam kategori usaha mikro, atau sudah memakai modal besar, Kamis 19 September 2019. 

Sales Executive LPG VI Pertamina Cabang Yogyakarta, Ali Akbar Felayati mengatakan langkah yang dilakukan Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan gas elpiji bersubdi.

“Sebenarnya ini sudah menjadi program rutin Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memberikan edukasi kepada masyarakat supaya masyarakat itu tau bahwa gas tiga kilogram itu digunakan untuk siapa karena ada yang berhak dan tidak berhak menggunakan gas elpiji bersubsidi,” ucapnya.

Ali mengatakan, pemanfaatan gas elpiji bersusidi tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dalam kategori tidak mampu (miskin) serta bagi usaha mikro. Dengan adanya penyalahgunaan pemanfaatan gas elpiji bersubsidi oleh beberapa usaha rumah makan kategori non-mikro, dapat mengurangi alokasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bagi Pertamina. 

Tidak tepat sasaran

Hal tersebut dinilai menjadi salah satu faktor kelangkaan dan distribusi yang tidak tepat sasaran. “Hal-hal seperti ini yang memicu kelangkaan. Kalau memang usaha sudah besar jangan curang. Bagai gas yang non subsisi. Yang subsidi untuk rumah tangga tidak mampu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Emmy Retnosasi dalam kesempatan tersebut menuturkan seluruh tabung gas elpiji bersubsidi yang telah disita dalam sidak tersebut, dilakukan penukaran yaitu setiap dua tabung elpiji bersusidi ditukar dengan satu tabung 5,5 kg non-subsidi .

Menurut Emmy, selama ini Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya untuk terus mengawasi distribusi gas elpiji bersubsidi di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain itu, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Pertamina terus menerus dilakukan dalam pengawasan gas elpiji bersubsidi termasuk penindakan baik dalam penyalahgunaan maupun penindakan bagi agen atau pangkalan nakal yang mengakibatkan distribusi gas elpiji bersubsidi tidak tepat sasaran.***

Bagikan: