Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Imam Nahrawi Pamit dari Kemenpora

Wina Setyawatie
IMAM Nahrawi (tengah) didampingi Jajaran Kemenpora memberikan keterangan pers terkait pengunduran dirinya di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Imam Nahrawi resmi mengundurkan diri dari jabatan Menpora usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap pemberian dana hibah KONI.*/ANTARA FOTO
IMAM Nahrawi (tengah) didampingi Jajaran Kemenpora memberikan keterangan pers terkait pengunduran dirinya di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Imam Nahrawi resmi mengundurkan diri dari jabatan Menpora usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap pemberian dana hibah KONI.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Setelah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden RI Joko Widodo, Kamis, 19 September 2019, pagi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi langsung pamit dari Kemenpora. Dia menyatakan harapannya agar penggantinya lebih baik dan bersih.

Hal tersebut diungkapkan Imam saat menyampaikan perpisahannya dengan para pejabat dan karyawan di lembaga yang sudah dipimpinnya selama 4 tahun 11 bulan tersebut, di Wisma Kemenpora. Dia pun menyampaikan permintaan maaf.  

Imam datang ke Kemenpora pada pukul 11.30 WIB dan langsung masuk ke Mesjid Pemuda Al-Muwahiddin yang berada di dalam komplek Kemenpora. Dia melaksanakan salat Dhuhur sembari berdoa.

Cukup lama dia berada di dalam mesjid, sembari ditemani oleh para pejabat Kemenpora. Imam baru keluar setelah Sesmenpora datang menjemputnya untuk melakukan rapat internal dengan seluruh eselon dan staf Kemenpora di Wisma Kemenpora.

Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu, terlihat rasa kekeluargaan yang terbangun, bahkan sampai ada karyawan Kemenpora yang pingsan karena menahan kesedihan. Banyak juga yang menangis sembari memeluk Imam ketika bersalaman tanda perpisahan. Pertemuan tersebut, diakhiri dengan berfoto bersama seluruh karyawan.

"Saya ucapkan terima kasih, terima kasih, dan terima kasih sebenar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi, Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan sekaligus permohonan maaf saya kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden, Ketua Umum PKB, dan Ketua Umum PBNU, serta seluruh rakyat Indonesia. Terima kasih juga kepada sahabat saya dan kolega di Kemenpora, pejabat, staf, karyawan honorer, mulai dari security sampai eselon 1,” katanya dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar saat jumpa pers perpisahan di lobi luar Kemenpora.

Imam mengatakan, ia sangat bersyukur diberikan tugas oleh Presiden hampir lima tahun kurang satu bulan di Kemenpora. Ia pun mengapresiasi kerja para stafnya saat Asian Games dan Asian Para Games yang dinilainya sangat luar biasa dan telah sukses menumbuhkan optimisme.

"Saya berharap hal itu bisa jadi semangat dan motivasi untuk tetap melakukan yang terbaik, menunjukkan prestasi demi prestasi. Jangan berhenti berkarya, berinovasi, mencari terobosan, karena olahraga harus terus bangkit," ucapnya.

IMAM Nahrawi menyapa wartawan saat menghadiri acara perpisahan dengan pejabat Kemenpora di Kantor Kemenpora,Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Imam Nahrawi mengundurkan diri dari jabatan Menpora usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.*/ANTARA FOTO

Imam Nahrawi minta jangan berasumsi

Ditambahkannya, ia berharap penggantinya akan lebih baik dan bersih. Imam menyatakan bahwa ia tidak melihat kasus ini sebagai nonhukum, bahkan menyadari sebagai risiko jabatan sebagai Menteri. Ia pun meminta doa kepada keluarga, para gurunya, kyai, sahabat serta kolega di Kementerian untuk bisa melewati cobaan tersebut.

"Saya harus fokus menghadapi dugaan dan tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sudah barang tentu saya akan mengikuti proses hukum yang ada, terus-menerus dengan mendorong prinsip praduga tak bersalah, sekaligus menunggu alat bukti dari KPK. Jangan berasumsi dahulu, karena saya tidak seperti yang dituduhkan. Doakan semoga ini bisa berjalan sesuai dengan koridor hukum yang ada," ujarnya.

Setelah menyampaikan pidato perpisahannya, Imam kemudian menyalami para awak media yang menunggunya sejak pukul 12.00 WIB. Ia pun kembali menyalami para pejabat eselon Kemenpora serta para staf sebelum akhirnya meninggalkan Kemenpora dengan menggunakan mobil dinas Kementerian.

Imam menyatakan, ia juga meminta waktu kepada Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, agar diberikan waktu untuk berkemas di rumah dinas Kementerian. Ia pun akan mempersiapkan dokumen-dokumen agar penggantinya nanti sudah siap masuk ke ruang kerja Menpora.***

Bagikan: