Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.8 ° C

Imam Nahrawi Mundur, Persiapan Atlet ke SEA Games Tetap Berjalan Sesuai Sistem

Wina Setyawatie
IMAM Nahrawi menyapa wartawan saat menghadiri acara perpisahan dengan pejabat Kemenpora di Kantor Kemenpora,Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Imam Nahrawi mengundurkan diri dari jabatan Menpora usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.*/ANTARA FOTO
IMAM Nahrawi menyapa wartawan saat menghadiri acara perpisahan dengan pejabat Kemenpora di Kantor Kemenpora,Jakarta, Kamis, 19 September 2019. Imam Nahrawi mengundurkan diri dari jabatan Menpora usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Setelah ditetapkan sebagai tersangka da pamit dari jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi masih menyatakan harapannya untuk prestasi atlet Indonesia dalam agenda besar dalam waktu dekat. Meski ada masalah, persiapan atlet-atlet dinyatakan akan terus berjalan.

Dalam pidato perpisahan yang disampaikannya di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Jakarta, Kamis, 19 September 2019, Imam menyatakan pesan kepada para atlet, pelatih, pengurus olahraga, serta pemuda untuk jangan pernah putus asa. Apalagi, banyak agenda besar olahraga nasional yang sudah ada menunggu di depan mata.

Beberapa agenda yang disebutkannya adalah Pekan Olahraga Nasional (PON), persiapan SEA Games akhir tahun 2019 di Filipina, dan Olimpiade 2020. Ada juga event tunggal seperti MotoGP dan Kejuaraan Dunia Basket FIBA 2023.

Dikatakannya, terkait dengan kelanjutan persiapan SEA Games setelah ditinggal dirinya, sudah ada penunjukan Komandan Kontingen oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Karena itu, secara reguler, proses untuk menyiapkan diri terus berjalan.

"Kami sudah memberikan fasilitas kepada KOI untuk keberangkatan kontingen. Tapi yang harus diingat, SEA Games bukan sasaran utama. Di SEA Games, kita berikan kesempatan kepada 60 persen atlet junior untuk memiliki pengalaman di internasional. Maka, saya mohon kepada yang melanjutkan ini nanti, tolong dikontrol dengan baik sehingga target bisa dipenuhi dengan baik," katanya.

Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan, semua persiapan SEA Games secara otomatis akan terus berjalan sesuai sistem. Proses itu tidak terpengaruh dengan adanya penggantian pemimpin di Kemenpora.

"Anggaran ke cabor-cabor pun tidak ada kendala. Kegiatan nasional, persiapan PON tetap berjalan. Tadi pagi ada rapat di Setneg. Ada perwakilan Kemenpora guna memastikan efek pengurangan cabor dan tempat, maka harus ada perubahan Instruksi Presiden juga. Jadi tidak ada masalah. Saya sebagai Kepala kantor, tetap akan menjalankan Kemenpora seperti biasa," imbuhnya.

JUDOKA Indonesia Mochammad Syaiful Raharjo memegang lambang bendera Merah-Putih saat menyanyikan lagu Indonesia Raya usai final judo -66 Kg putra SEA Games XXIX Kuala Lumpur di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu, 26 Agustus 2017. */ANTARA

Pengganti menpora

Imam mengatakan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk mencari penggantinya sebagai Menpora. Apakah nantinya akan mengangkat pelaksana tugas (Plt) atau langsung Menteri baru.

"Mengenai siapa yang menggantikan saya, sepenuhnya adalah hak prerogatif Presiden. Apakah mengangkat Plt maupun pengganti saya di Kemenpora ini. Sekali lagi mohon maaf jika selama saya memimpin kementerian ini banyak hal yang belum memuaskan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya lagi.

Ia pun menyatakan bahwa staf di Kemenpora akan terus bekerja keras untuk kemajuan olahraga dan kepemudaan. “Untuk menaikkan bendera Merah Putih setinggi-tingginya di antara bendera-bendera negara lain di ajang selanjutnya," ungkap Imam.***

Bagikan: