Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Kebakaran Kembali Terjadi di Lereng Gunung Slamet dan KPH Banyumas Timur

Eviyanti
API masih tampak di lereng Gunung Slamet sejak diketahui pertama kali pada Selasa, 17 September 2019 petang. Hingga Rabu, 18 September 2019 api belum bisa dijinakkan petugas berwenang.*/ISTIMEWA
API masih tampak di lereng Gunung Slamet sejak diketahui pertama kali pada Selasa, 17 September 2019 petang. Hingga Rabu, 18 September 2019 api belum bisa dijinakkan petugas berwenang.*/ISTIMEWA

BREBES, (PR).- Hutan di lereng Gunung Slamet kembali terbakar. Kali ini lokasi kebakaran berada di hutan produksi wilayah Perhutani KPH Pekalongan Barat.

Kebakaran pertama kali terlihat di petak 15 F, sebelah timur Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kebakaran di Kaliwadas merupakan rembetan api dari Bukit Igir Genting, Petak 16, wilayah Kabupaten Tegal yag lebih dulu terbakar. 

Hingga Rabu, 18 September 2019 petang kobaran api belum mampu dikuasai. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Sudaryanto membenarkan, kebakaran masih berlangsung titik api terlihat di sepanjang lahan hutan pos 3 dan pos 4 jalur pendakian Gunung Slamet melalui posko pendakian Dusun Kaliwadas Desa Dawuhan.

"Api terdeteksi Selasa, 17 September 2019 sekitar pukul 15.00. Hari ini api sudah mencapai wilayah Brebes kawasan hutan produksi Perhutani Pekalongan Barat," kata Sudaryanto.

Setelah diketahui ada kebakaran segera dilakukan upaya pemadaman oleh tim gabungan yang melibatkan personal gabungan relawan dan dinas terkait Kabupaten Tegal dan Brebes. Proses pemadaman pada Selasa belum selesai, namun  tim gabungan ditarik mundur karena sudah gelap dan medannya berat berjurang. "Jika  tidak ditarik mundur membahayakan relawan sebab lokasi kebakaran sulit dijangkau dan hari sudah gelap. Pemadaman dilanjutkan Rabu pagi," tambahnya

Sedikitnya sebanyak 250 sampai 300 personal pada Rabu pagi diberangkatkan kembali ke lokasi. Teknis pemadaman tim gabungan dibagi menjadi 4 regu yakni regu melalui jalur pemandian Guci, Jalur Bosapala, Desa Sawangan, dan melalui Jalur 1 dan jalur 2 Desa Kaliwadas.

Saat ini sedang dilakukan upaya pemadaman oleh pihak Kabupaten Tegal dan Brebes, "Tadi pagi dikirim 250 relawan ke lokasi kebakaran. Kita juga masih menunggu laporan," jelas Sudaryanto.

Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes Kapten Infanteri Mukhrodi mengatakan, kebakaran diketahui pertama kali oleh warga pada  Selasa malam sekitar pukul 19.30 di Bukit Igir Genting, Petak 16, wilayah Kabupaten Tegal. Kurang lebih berjarak 3-4 kilometer dari Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Brebes.

Api kemudian merembet sampai petak 15f sebelah timur Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. "Api cepat menjalar karena hembusan angin kencang dan ditambah semak belukar yang kering, hingga saat ini laporan belum masuk," katanya.

Sampai pukul 21.00 api terlihat masih menyala dan sudah memasuki hutan di wilayah Brebes.  Di wilayah Brebes api diketahui pada Selasa sore saat mandor Perhutani mendapat laporan dari masyarakat bahwa di hutan lindung/rimba sebelah timur Kaliwadas terbakar.

Kemudian dikirim petugas Satgas PB BPBD, Koramil, Tagana dan Relawan Sirampog Peduli (RSP), Ormas, Pemuda Pancasila dan masyarakat, untuk melakukan pemadaman. Dengan membuat sekat bakar, membuat parit sekitar lokasi kebakaran untuk memblokir api agar tidak semakin meluas.

Saat ini ,api mulai meluas hingga  hutan rimba atau hutan lindung di pos 3 jalur pendakian Gunung Slamet atau sebelah timur Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Brebes, masih tampak asap.

Diperkirakan hutan di lereng Gunung Slamet yang terbakar mencapai luas  kurang lebih 10 hektar di dua wilayah hutan yaitu Kabupaten Brebes dan Tegal.

Sementara kebakaran di lereng gunung slamet wilayah Perhutani Banyumas Timur yang sempat terbakar sampai tiga pada Rabu  sudah mulai padam. Sugito, Humas Perhutani setempat mengaku, api sudah mulai padam hanya tinggal asap. Namun penjagaan dan pengawasan hutan masih  dilakukan.

"Kami juga  melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan soal penanganan dan pencegahan kebakaran hutan," ujarnya.

Kebakaran juga terjadi di wilayah KPH Banyumas

Di lain tempat, kebakaran juga kembali terjadi di wilayah hutan Perhutani KPH Banyumas Timur Jawa Tengah, kebakaran terjadi di hutan pinus di Dusun Blawong, Desa Ponjen Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Rabu, 18 September 2019.

Hutan yang terbakar masuk wilayah  administratif  Dukuh Blawong, Wilayah RPH Karangreja,  BKPH  Gunung Slamet Timur saat ini sudah disterilkan untuk kegiatan warga. Kobaran api hingga Rabu petang  masih menyala. Ada dua api yang masih membara dan sedang diupayakan untuk melokalisir api.

"Saat ini masih ada dua titik api di tunggak pinus, untuk sementara api kami coba lokalisir," kata  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Umar Fauzi.

Api pertama kali diketahui berasal dari  petak 17e3 pada ketinggian 357 mdpl. Luas lahan yang terbakar sampai Rabu petang sudah mencapai  5 hektare (ha). Pihaknya sudah menerjunkan personil gabungan terdiri dari petugas BPBD, TNI, Polri, PMI, masyarakat, Banser, dan Ubaloka.

Sejumlah warga yang pada saat kejadian masih berada di dalam hutan terpaksa dievakuasi. Hutan yang terbakar masuk wilayah  administratif  Dukuh Blawong, Wilayah RPH Karangreja,  BKPH  Gunung Slamet Timur saat ini sudah disterilkan untuk kegiatan warga.

Kobaran api hingga Rabu petang  masih menyala. Ada dua api yang masih membara. Pihaknya sedang berupaya untuk melokalisir api. "Saat ini masih ada dua titik api di tunggak pinus, untuk sementara api kami coba lokalisir,’ terangnya.

Pihaknya mensiagakan petugas BPBD hingga api bisa dipadamkan. Mengenai penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti. Masyarakat serta LMDH Desa Ponjen dan Karangjambu baru bisa memantau pergerakan cincin api karena medan cukup terjal dan curam (tebing berbatu) dan sangat sulit dijangkau dan juga ada batu yang lepas tergelincir.***

Bagikan: