Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Usai Makan Mi Goreng, 24 Anak Dilarikan ke Puskesmas

Tim Pikiran Rakyat
SISWA yang mengalami mual-mual dan pusing mendapat perawatan di puskesmas.*/DIDIN HASANUDIN/KABAR BANTEN
SISWA yang mengalami mual-mual dan pusing mendapat perawatan di puskesmas.*/DIDIN HASANUDIN/KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Sebanyak 24 siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Ciruas di Kecamatan Ciruas diduga mengalami keracunan. Puluhan anak kelas IV tersebut mengalami pusing hingga muntah-muntah setelah mengkonsumsi mi goreng saat jam istirahat di salah satu kantin sekolahnya.

Seorang korban Azam mengatakan, kejadian tersebut bermula saat ia selesai makan mi instan di kantin sekolah tiba-tiba perutnya terasa mual. Saat itu ia makan bersama 23 temannya di jam istirahat sekolah. "Makan mie pas istirahat sekolah tadi, terus pusing, muntah-muntah," ujarnya  di ruang perawatan Puskesmas Ciruas, Selasa 16 September 2019.

Siswa lainnya David mengatakan hal serupa. Ia bahkan makan mi tersebut dua kali, pagi hari sebelum masuk dan saat jam istirahat. Saat pagi hari, tidak ada reaksi sama sekali. Sedangkan sehabis jam istirahat ia merasakan pusing dan muntah-muntah. "Barengan (sama teman-temannya) di dalam bukan di luar (kantin), banyakan sama semuanya sakit. Awalnya pusing, terus mual, muntah sempat tadi," ucapnya.

Kejadian tersebut kemudian diketahui oleh pihak guru. Mereka pun kemudian dilarikan ke Puskesmas Ciruas untuk dilakukan penanganan medis.

Nenek David, Salminah mengatakan  cucunya dibawa oleh guru ke puskesmas. Cucunya bersama satu orang temannya Azam merupakan korban terparah. Mereka bahkan sampai harus diberikan oksigen karena terlalu lemas.

Dirinya sempat menangis saat cucunya tersebut mendapatkan perawatan. Sebab sudah banyak orang berkumpul di ruangan mengerubuti David. "Pas sampai sini sudah dibawa orang banyak dia muntah muntah, saya sampai nangis. Takut enggak ada umur dianya," tuturnya.

Inisiatif guru

Sementara Kepala Puskesmas Ciruas Ari Widodo mengatakan, kronologis kejadiannya belum begitu jelas. Sebab dalam hal ini pihaknya hanya menangani urusan medis. "Jadi tadi sekitar jam 09.30 ada 24 anak kelas IV SDN Ciruas 2 yang dibawa ke sini inisiatif gurunya," ujarnya.

Ari menjelaskan, dari 24 anak itu, 2 di antaranya harus dirawat. Sedangkan 22 anak lainnya sudah diperbolehkan pulang dan aman. "Tapi kita berpesan ke orang tua belum aman masih observasi. Jadi kalau nanti pulang terus mencret dan muntah bawa ke sini, kalau yang dua kondisinya kita anjurkan di rawat," tuturnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.

Disinggung soal penyebab keracunan, mantan kepala Puskesmas Cikeusal tersebut mengatakan diduga karena jajanan. "Namanya anak SD ada yang bilang makan mie, ada yang bilang sosis goreng dan lainnya. Rata-rata sih bilangnya mie," ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengambil sampel muntahan dan sampel makanan di kantin sekolah tersebut. Kemudian sampel itu sudah dibawa ke Labkesda. Dirinya belum tahu kapan hasil lab itu akan bisa keluar. "Terus tadi diminta juga sama Kapolsek untuk barang bukti, kalau hasil lab bisa cepat bisa lama, tergantung di Labkesda nya," katanya.

Ari menuturkan, peristiwa ini adalah kali pertama terjadi di sekolah tersebut. Padahal sekitar 2 bulan lalu pihaknya juga sudah sempat melakukan pemeriksaan jajanan di sekolah. "Namanya makanan dibuat harian kan," ucapnya.***

Bagikan: