Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Nekat, Dua Pemuda Pelaku Pecah Kaca Beraksi di Kantor Wali Kota Cilegon

Tim Pikiran Rakyat

SUASANA penangkapan pemuda pelaku pecah kaca (memakai helm) di Kantor Wali Kota Cilegon, Senin 16 September 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
SUASANA penangkapan pemuda pelaku pecah kaca (memakai helm) di Kantor Wali Kota Cilegon, Senin 16 September 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Polres Cilegon membekuk dua pemuda terduga pelaku pecah kaca mobil, di Kompleks Perkantoran Wali Kota Cilegon, Senin 16 September 2019 sekitar pukul 11.30 WIB. Penangkapan itu, setelah pelaku gagal melarikan diri, melalui gerbang masuk kompleks perkantoran tersebut.

Selain gagal melarikan diri, kedua pelaku berinisial AK dan SU asal Sumatera Selatan ini, ternyata beraksi tepat di depan seorang petugas kepolisian berpakaian sipil. Lantaran itu, upaya melarikan diri para pelaku sempat diwarnai tembakan dari petugas tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula ketika AK dan SU mengikuti mobil Avanza nomor polisi A 1086 VJ yang dikendarai Amir. Ketika Amir masuk ke Kompleks Perkantoran Wali Kota Cilegon dan parkir di depan Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), kedua pelaku tetap mengikuti.

Berada di area kantor pemerintahan, tidak menciutkan nyali AK dan SU. Keduanya tetap beraksi, bahkan terekam kamera CCTV Setda Pemkot Cilegon.
Awalnya SU selaku pemetik berdiri di belakang mobil dinas Kepala BKPP Kota Cilegon Mahmudin. Sementara AK sambil membawa motor Yamaha Mio nomor polisi A 6196 DA, mengawasi situasi dengan cara berkendara pelan ke arah Gedung Praja Mandiri.

Setelah terlihat aman, AK memutar balik motor. Kemudian beraksilah SU, ia berjalan dari mobil Mahmudin, kemudian memecahkan kaca mobil korban di bagian belakang kiri menggunakan busi motor.

Melarikan diri

Prak, suara kaca pecah terdengar keras, SU langsung mengambil laptop dan tas korban yang tersimpan di jok baris kedua. Usai barang korban disikat, SU langsung loncat ke atas motor, AK pun tancap gas berusaha melarikan diri ke arah gerbang masuk Kantor Wali Kota.

Di sisi lain, suara kaca pecah membuat kaget petugas polisi yang tengah duduk di pinggir mobil korban. Melihat ada yang kabur sambil mengambil laptop dan tas dari dalam mobil, petugas langsung menyadari telah terjadi kejahatan pecah kaca.

Petugas yang enggan disebutkan identitasnya ini mengejar sambil mengacungkan pistol, juga berteriak maling. Bahkan petugas melakukan tembakan peringatan ke arah udara.

Namun tembakan peringatan tidak membuat pelaku berhenti, AK tetap memacu sepeda motornya ke arah gerbang. Pada akhirnya upaya AK untuk kabur digagalkan oleh dua pengendara bermotor, kedua pengendara ini menabrakkan motor mereka ke motor pelaku.

Naik angkot

AK lalu berhasil diringkus petugas polisi, namun SU berhasil kabur ke arah alun-alun. Untuk menghindari amukan masa, sejumlah petugas pamdal Pemkot Cilegon mengevakuasi AK ke Mapolres Cilegon, sementara SU berhasil ditangkap beberapa jam kemudian.

Saat digiring ke Mapolres Cilegon, AK mengaku tidak tahu barang yang dirampas oleh SU. "Bukan saya yang ambil barangnya, itu teman saya," katanya.

Amir, korban pecah kaca, mengatakan jika barang yang diambil hanyalah laptop dan tas. "Tas saya hanya berisi dokumen," ujarnya.

Sementara itu, Kanitresmob Satreskrim Polres Cilegon Ipda Yogi Fahrisal mengatakan, pihaknya berhasil meringkus SU setelah beberapa lama naik sebuah angkot. "Ketika temannya terpojok, SU berhasil lari ke arah alun-alun lalu naik angkot. Kami melakukan pengejaran, lalu berhasil ditangkap," tuturnya.

Saat ini, para pelaku tengah dimintai keterangan oleh para petugas. Sayangnya Yogi enggan berkomentar lebih dalam. "Selebihnya ke Pak Kapolres saja yah," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.***

Bagikan: