Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20.7 ° C

Iriana Berharap Kali Bahagia Bekasi Segera Bersih dari Sampah

Muhammad Ashari
KALI Bahagia, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin, 16 September 2019. Kali tersebut menjadi perhatian masyarakat karena tumpukan sampah plastik di aliran airnya. */MUHAMMAD ASHARI/PR
KALI Bahagia, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin, 16 September 2019. Kali tersebut menjadi perhatian masyarakat karena tumpukan sampah plastik di aliran airnya. */MUHAMMAD ASHARI/PR

CIKARANG, (PR).- Kali Bahagia di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian masyarakat karena sampah yang menumpuk. Ibu Negara Iriana Joko Widodo pun menyempatkan untuk meninjau langsung keadaan Kali Bahagia, Senin, 16 September 2019.

Iriana berkunjung bersama-sama sejumlah istri menteri yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK). Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yakni Atalia Kamil, juga turut mendampingi kegiatan Iriana di Kabupaten Bekasi.

Kali Bahagia sempat menjadi viral di media sosial karena situasinya yang memprihatinkan. Sampah menutupi aliran sungai yang panjangnya mencapai 2 kilometer. Masyarakat banyak yang mengunggah foto keadaan kali yang tertutup oleh sampah tersebut.

Warga bersama-sama pemerintah daerah telah melakukan kerja bakti untuk mengangkat sampah tersebut selama satu bulan terakhir. Namun demikian, upaya tersebut masih belum maksimal. Saat meninjau situasi kali, Iriana mengatakan, sungai di Babelan masih kotor sekali.

Pemerintah pusat memberikan bantuan berupa ekskavator untuk menanggulangi sampah di sepanjang Kali Bahagia. Iriana mengharapkan ekskavator tersebut bisa membantu upaya membersihkan sampah plastik dari sungai berjalan lebih maksimal.

"Insyaallah, nanti bisa bersih semua sepanjang 3 kilometer. Supaya nanti bisa dimanfaatkan oleh yang lainnya karena di sana kan banyak perkampungan," ujarnya. 

Iriana juga sempat menyentil nama Kali Bahagia dalam kaitan dengan keadaannya kini yang kotor oleh sampah. "Namanya saja sudah bagus ya, Kali Bahagia. Mengapa kita melihat sampai jadi tidak bahagia? Mulailah sekarang kita beri kesadaran pada semuanya, terutama ibu-ibu Posyandu, dan juga bapak tokoh masyarakat, Bapak RW," ujarnya.

Ketua RW 03 Kelurahan Bahagia, Tugimin mengatakan, sudah sebulan terakhir warga bersama-sama pemerintah daerah telah melakukan kerja bakti untuk mengangkat sampah dari sungai. Ia mengharapkan adanya keberlanjutan program kebersihan yang dibantu oleh pemerintah pusat supaya kebersihan Kali Bahagia bisa terjaga.

Keberadaan Kali Bahagia bisa dibilang strategis karena dekat dengan pemukiman. Terlebih lagi, di pemukiman tersebut banyak berdiri sekolah, dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Bila musim hujan, kerap terjadi banjir di daerah tersebut dan kegiatan pendidikan jadi terganggu.

"Kalau hujan, aktivitas sekolah diliburkan karena jalan tergenang banjir," kata dia.

Warga Kelurahan Bahagia lainnya, Elvira Andriani Nasution mengatakan, sampah yang menumpuk di Kali Bahagia memang telah banyak dikeluhkan. Bau yang menyengat kerap mengganggu aktivitas warga. "Kalau lagi jalan, harus tutup hidung," ujarnya.

Menurut Elvira, warga pada dasarnya sudah sering melakukan kerja bakti untuk membersihkan sungai. Namun ia mengharapkan dengan dibantu oleh pemerintah pusat, maka upaya pembersihan kali bisa berjalan lebih maksimal.

"Kami harapkan dengan kedatangan Bu Iriana, warga di sini bisa lebih bersemangat lagi untuk membersihkan sampah," ujarnya.

Setelah meninjau langsung pembersihan Kali Bahagia, Iriana dan rombongan menuju Aula RW 30 untuk melakukan sosialisasi Gerakan Indonesia Bersih kepada sejumlah pelajar tingkat SMP dan SMA. Iriana saat itu melakukan sosialisasi melalui kuis berhadiah. Sejumlah pelajar yang bisa menjawab pertanyaan dari Ibu Negara diganjar dengan hadiah sepeda hingga laptop. ***

Bagikan: