Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Menyusuri Sungai Bawah Tanah, Tantangan Masuk Gua Pindul

Wilujeng Kharisma
WISATAWAN melakukan susur Gua Pindul, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sejak dibuka tahun 2010, Gua Pindul menjadi salah satu tujuan favorit bagi para wisatwan luar untuk menghabiskan liburan mereka.*/WILUJENG KHARISMA/PR
WISATAWAN melakukan susur Gua Pindul, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Sejak dibuka tahun 2010, Gua Pindul menjadi salah satu tujuan favorit bagi para wisatwan luar untuk menghabiskan liburan mereka.*/WILUJENG KHARISMA/PR

YOGYAKARTA, (PR).- Menyusuri gua menjadi tren wisata baru di Yogyakrta dalam tiga tahun terakhir. Wisatawan dari luar daerah, bahkan tak sedikit yang dari mancanegara penasaran mencoba melakukan susur gua di beberapa gua cantik di wilayah Kab. Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebut saja Gua Pindul. Gua ini paling laris. Bakhan sejak dibuka menjadi salah satu obyek wisata alternatif dari tahun 2010, Gua Pindul,  Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta menjadi salah satu primadona tujuan wisatawan bagi para turis luar Yogyakarta bahkan wisatawan asing.

Gua Pindul merupakan satu dari rangkaian tujuh gua yang dialiri sungai bawah tanah di daerah Bejiharjo. Gua ini memiliki panjang sekitar 300 m, lebar 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter, dan kedalaman air sekitar 5 m. Salah satu bagian Gua Pindul terdapat tempat yang cukup lebar sehingga terlihat seperti kolam luas. 

Di bagian ini juga terdapat celah yang cukup lebar tempat sinar matahari masuk. Anda yang ingin memasuki gua secara vertikal bisa masuk ke Gua Pindul melewati celah ini. Tak jauh dari Gua Pindul terdapat Gua Gelatik (gua kering), monumen peninggalan Jendral Sudirman, serta situs purbakala Sokoliman.

Terbentur batu

Konon, penamaan Gua Pindul berasal dari kisah pengembaraan Joko Singlulung  menelusuri hutan lebat, sungai, hingga gua untuk mencari bapaknya. Saat sedang menyusuri 7 gua yang memiliki aliran sungai di bawahnya, kepala Joko terbentur sebuah batu sesar yang ada di dalam gua. Oleh karena itu, gua tempat Joko terbentur tersebut dinamai Gua Pindul.

Gua yang menjadi primadona memiliki keeksotisan yang tak dapat diragukan lagi keindahannya, sehingga jangan heran jika ratusan bahkan ribuan pengunjung berbondong-bondong setiap harinya untuk menikmati keindahan alam di objek wisata yang satu ini.  Tak hanya menyaksikan keeksotisan gua, namun juga akan dibuat takjub dengan kilauan air yang mengisi gua tersebut. air tersebut merupakan sungai bawah tanah yang berasal dari mata air gedong tujuh.

Gua Pindul memiliki 3 bagian, yang pertama yaitu zona terang, seperti namanya, pada bagian ini terkesan terang sehingga Anda dapat menyaksikan keindahan gua secara langsung dengan mata telanjang. Di zona ini anda bisa bermain sesuka hati, dengan berenang dan berlompat ria. Disini juga dapat disaksikan kumpulan ikan yang cantik. 

Sedangkan yang kedua ada zona remang, disini cahaya yang masuk hanya beberapa bagian kecil saja, dengan dibantu oleh pantulan air bening pada dinding-dinding gua membuat cahaya remang ini terasa menakjubkan. Dan yang terakhir yaitu zona gelap, untuk dapat menyusuri bagian ini, harus menggunakan alat bantu penerangan, karena seperti namanya, di zona ini sangat gelap. Untuk menyusuri ketiga zona tersebut, Anda memerlukan waktu tempuh sekitar 45 menit. Penelusuran ini akan berakhir pada sebuah dam yang ada di kawasan goa ini.

SUASANA menyusuri Gua Tanding di Dusun Gelaran II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta beberapa waktu lalu. Ingin menyaingi kepopuleran Gua Pindul, Gua Tanding pun berbenah dan siap menerima ledakan wisatawan dan menantan pengunjung bagi yang ingin menjajal susur gua.*/WILUJENG KHARISMA/PR

Sinar matahari

Tak hanya Gua Pindul.  Gua Jomblang merupakan satu daya tarik yang sangat dicari wisatawan. Sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone yang indah serta kedalaman goa yang gelap gulita. Air yang menetes dari ketinggian turut mempercantik pemandangan. Gua atau Luweng Jomblang ini terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.

Gua lainnya yang jadi tujuan wisatawan adalah Gua Gajah yang terletak di Pedukuhan Lemahbang, Mangunan, Dlingo Bantul itu merupakan sebuah tempat yang sudah ada sejak abad 12 sebelum masehi. Gua sepanjang 150 meter tersebut, kini menjadi saksi sejarah dengan ruangan-ruangan yang mempunyai nama-namanya sendiri.

Gua tersebut memiliki 12 ruangan yang oleh pangeran Purbaya diberi nama pada tiap-tiap ruangannya, diantaranya, Kyai Balad, Papan Abdi, Kepatihan, Sentong dan Lorong Ular. Dalam penelusuran ke dalam Gua Gajah tersebut anda dapat melihat, stalakti dan stalakmit yang sudah berumur ratusan tahun.***

Bagikan: