Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Jual Nama Kejati, US Peras Kepala Desa

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI tangkap tangan.*/DOK. PR
ILUSTRASI tangkap tangan.*/DOK. PR

PANDEGLANG, (PR).- Satreskrim Polres Pandelang berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap US yang diduga melakukan tindak pidana pemerasan terhadap S, seorang kepala desa di salah satu rumah makan, di Jln. Bhayangkara Pandeglang-Banten.

Peristiwa penangkapan tersebut bermula, saat pelaku US telah menerima pemberian uang, pada tanggal 13 Agustus 2019. Pelaku meminta uang sebesar Rp 30.000.000,  namun tidak dipenuhi dan pelaku menerima uang sebesar Rp 10.000.000. 

Kemudian, pada 30 Agustus 2019, di salah satu kantor notaris yang berada di Jalan Raya Pandeglang-Serang, pelaku meminta Rp 25.000.000 dan diterima pelaku sebesar Rp 23.000.000. Namun pelaku meminta kembali sejumlah uang dangan dalih bahwa Kejati meminta uang sebesar Rp 40.000.000. Dengan kekurangan yang diminta kembali oleh pelaku sebesar Rp 17.000.000, namun setelah uang diberikan oleh korban Rp 23.000.000, pelaku mengaku kurang Rp 1.000.000, kemudian korban akan menyediakan uang kembali sebesar Rp 18.000.000.

Pada tanggal 1 September 2019 pelaku kembali menghubungi korban via telefon dan meminta uang kepada korban sebesar Rp 10.000.000, namun tidak dipenuhi dan berganti permintaan menjadi 20 gram emas dan tidak dipenuhi korban kemudian pelaku meminta agar sisa uang sebesar Rp 18.000.000, dipenuhi korban kurang dari tanggal 14 September 2019. Hingga di hari Kamis tanggal 13 Agustus 2019 sekira pukul 15.00 siang, pelaku menerima uang sebesar Rp 3.000.000,- di salah satu rumah makan di Pandeglang dan ditangkap polisi.

Bertahap

Kapolres Pandelang, AKBP Indra Lutrianto membenarkan terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT)  yang dilakukan oleh Jajarannya. Indra menjelaskan, pelaku US diduga telah melakukan pemerasan terhadap S sebesar 40-50 juta.

"Pelaku US telah meminta sejumlah uang dari korban bernama S yang juga merupakan seorang Kepala Desa, sehingga korban merasa dirugikan sekitar 50 juta. Atas tekanan pelaku, korban memberikan uang tersebut secara bertahap," jelas Kapolres Pandelang AKBP Indra Lutrianto, Minggu 15 September 2019.

Dalam operasi tersebut, lanjut Indra, Polisi menyita barang bukti berupa 1 unit Mobil Yaris warna hitam bernopol B 8218 RF, yang digunakan pelaku sebagai sarana transportasi saat transaksi, selain itu uang 3 juta rupiah dengan pecahan Rp 100.000 sebanyak 30 lembar yang dibungkus amplop warna putih. Satu buah celana saksi EN dan 1 (satu) unit telefon selular merk Vivo warna merah.

"Pelaku sudah kita amankan. Kita akan kenakan Pasal 368 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara," jelasnya.

Indra Menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, pelaku US diduga yang bekerja sebagai oknum LSM, yang melakukan tindak pidana ini dengan motif untuk mengambil keuntungan pribadi dengan cara mencatut nama institusi Kejaksaan Negeri. 

“Dia berdalih untuk mempublikasikan ke media, dengan modus mengancam korban, dan akhirnya meminta uang beberapa kali, sehingga korban merasa tertekan, dirugikan serta merasa diperas oleh pelaku,” jelasnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.***

Bagikan: