Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Jokowi Beri Tanggapan Hasil Pemilihan Pimpinan KPK

Yusuf Wijanarko
PRESIDEN Joko Widodo berjalan meninggalkan ruangan usai menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat 13 September 2019.*/ANTARA
PRESIDEN Joko Widodo berjalan meninggalkan ruangan usai menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat 13 September 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo mengatakan, dia menyerahkan sepenuhnya persoalan pimpinan baru KPK yang telah melewati prosedur yang ditetapkan panitia seleksi dan pemilihan di DPR.

"Itu sudah lolos pansel dan prosedurnya sudah dalam kewenangan DPR," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat 13 September 2019.

Terkait adanya pejabat KPK yang mengundurkan diri, Jokowi menyatakan bahwa hal itu adalah hak pribadi setiap orang.

"Mundur dan tidak mundur adalah hak pribadi seseorang," katanya kepada Antara.

Saut Situmorang menyatakan mundur sebagai pimpinan KPK 2015-2019, sehari setelah DPR memilih 5 orang untuk menjadi pimpinan KPK 2019-2023.

SEJUMLAH aktivis yang tergabung dalam kelomppok Saya Perempuan Anti Korupsi membawa bunga dalam aksi damai di depan Gedung KPK di Jakarta, Senin 9 September 2019.*/ANTARA

Pengunduran diri Saut Situmorang secara resmi terhitung mulai berlaku Senin 16 September 2019.

Penasihat KPK 2017-2020 Mohammad Tsani Annafari juga mengajukan surat pengunduran diri Jumat 13 September 2019 melalui surat elektronik kepada seluruh pegawai KPK.

DPR, Jumat 13 September 2019 dini hari memilih 5 pimpinan baru KPK yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, dan Lili Pintauli Siregar.

Hubungan KPK-Polri

Di tempat terpisah, kepolisian meyakini terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023 akan membuat dua lembaga itu semakin solid.

"Tanggapan kami tentunya, saat ini memang hubungan antara Polri dan KPK sudah sangat solid dalam hal penegakan hukum terhadap pemberantasan korupsi juga hubungannya sangat baik sekali," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat 13 September 2019 kepada Antara.

Hubungan baik selama ini, kata Dedi Prasetyo, terjalin dari proses penangkapan, penyitaan, penggeledahan, serta kegiatan supervisi kasus-kasus korupsi yang ditangani Polri.

Tentang polemik Firli Bahuri, Dedi Prasetyo mengatakan, ditariknya jenderal bintang dua itu oleh Mabes Polri adalah untuk dipromosikan sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

"Yang bersangkutan secara sosiokultural itu kebetulan adalah orang sana dan memiliki hubungan sangat baik kepada masyarakat di Sumatera Selatan. Ketika yang bersangkutan memimpin di Sumatera Selatan, justru mendapatkan apresiasi dari seluruh masyarakat Sumatera Selatan," tutur dia.***

Bagikan: