Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Jalur Pendakian Gunung Slamet Masih Terbakar

Eviyanti

RELAWAN turun membantu memadamkan kebakaran di jalur pendakian Gunung Slamet.*/EVIYANTI/PR
RELAWAN turun membantu memadamkan kebakaran di jalur pendakian Gunung Slamet.*/EVIYANTI/PR

PURBALINGGA, (PR).- Sebanyak 500 personel diturunkan untuk memadamkan kebakaran hutan lindung di lereng timur Gunung Slamet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Upaya pemadaman pada hari ketiga Jumat 13 September 2019 berhasil mengendalikan sebagian lokasi kebakaran.

Tim Pemadam dibagi dalam empat sektor,  tiga di wilayah jalur pendakian Dusun  Bambangan dan sisa sekitar 50 personEl dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran di jalur pendakian Gunungalang.

Administratur KPH Banyumas Timur Didiet Widhy Hidayat mengatakan, api sudah mulai bisa dikendalikan setelah dilakukan pengerahan  500 personEl   untuk memadamkan kebakaran. Mereka dari  unsur personel Perhutani KPH Banyumas Timur, Polres Purbalingga, Kodim 0702/Purbalingga, BPBD Kabupaten Purbalingga, Satpol PP Kabupaten Purbalingga, Pos Pemadam Kebakaran Kecamatan Karangreja, dan sukarelawan.

Teknis pemadaman dilakukan dengan menggunakan penyekatan api, atau ilaran. Penyekatan atau ilaran untuk memblokir penyebaran api. Teknis penanganan dilakukan dengan membuat sekat bakar alami, yakni memisahkan area yang sudah terbakar dengan area yang belum terbakar guna melokalisasi kebakaran.

"Ada empat sektor di petak 58 a yang mengalami kebakaran, dua di antaranya sudah berhasil  dipadamkan. Dua sektor hutan lindung di lereng Gunung Slamet yang masih terbakar sudah terhalang ilaran," kata Didiet Jumat.

Kebakaran terjadi pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu terjadi di Petak 58A yang merupakan wilayah kerja Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Serang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, KPH Banyumas Timur, dan turut wilayah administrasi Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

Lokasi kejadian berisi tanaman pinus tahun tanam 1997 dengan kondisi medan yang berjurang, tumbuhan bawah atau semak yang tebal dan lebat. Ketebalan semak yang mudah terbakar sekitar 50 centimeter.

Kebakaran diketahui pada  Rabu (11/9/2019), pukul 11.00 WIB, upaya pemadaman sudah dilakukan pada hari itu juga api sudah padam. Namun Kamis pagi api kembali muncul bahkan lebih besar, upaya sudah dilakukan namun jumlah personel masih terbakar.

Selain itu medan yang cukup berat berjurang serta angin kencang menyulitkan upaya pemadaman. Semak dan ranting yang kering membuat api semakin besar dan merambat ke mana-mana.  "Kita sempat terjebak api karena  belum menguasi medan," tambahnya.***
 

Bagikan: