Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

Kemarau Panjang, Warga Cipala Kumpulkan Iuran Beli Air Bersih

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI.*/ANTARA
ILUSTRASI.*/ANTARA

CILEGON, (PR).- Dampak kemarau yang berkepanjangan membuat puluhan warga di Lingkungan Cipala RT 01/ RW 05, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, melakukan iuran untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan warga mengingat sumber air bersih di wilayah tersebut sangat terbatas.

Salah seorang warga sekitar, Hasunnah, mengatakan, dirinya mendapatkan jatah sehari tujuh jeriken. Kendati tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, tetapi mau tak mau jatah tersebut harus cukup. Karena, selain persedian air yang terbatas, ia pun harus merogoh kocek tidak sedikit, yakni Rp 2.000 per jeriken.

"Cukup engga cukup di jatah 7 jeriken ini, biasanya buat nyuci sama mandi, kalau minum saya mah beli," katanya kepada Himawan Susanto dari Kabar Banten, Rabu, 11  September 2019. 

Dia mengatakan, biasanya harga air hanya Rp.1000 per jeriken, namun karena musim kemarau, dirinya harus menambah nilai beli. Walau harga air naik, kata dia, asalkan barangnya ada maka hal itu tidak menjadi masalah.

‘Kalaupun naik menjadi Rp 2.000 per jeriken, kami tidak masalah, asalkan barangnya ada dan tidak telat untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Remaja Masjid Cipala selaku pengelola air bersih, Dayat, mengaku miris dengan kondisi kekurangan air bersih di lingkungan Cipala tersebut. Karena, kata dia, dengan terbatasnya air, membuat harga air di lingkungan lebih mahal dari harga beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau beras sehari mungkin cukup satu liter setiap KK, sementara kebutuhan air terkadang tujuh sampai sepuluh jeriken. Dimana setiap jeriken harganya Rp 2.000, jika di kali 10 sudah Rp 20.000," tuturnya.

Ia mengatakan, diirinya terpaksa memberlakukan harga Rp 2.000 per jeriken tersebut, karena selain untuk biaya transportasi membeli air, juga untuk beli air yang mencapai Rp 50.000 per 1.000 liter. Selain itu, uangnya pun digunakan untuk kegiatan sosial masyarakat.

"Dananya dari warga sendiri, kalau kita jual harganya Rp 2.000 per jeriken, tapi kita sistemnya tidak memaksa, ada yang ngasih kita terima, kalau enggak juga kita enggak nagih," ucapnya.

Suplai terbatas

Sementara itu, Ketua RT 01 Ashari mengatakan, setiap harinya pihaknya mendapat suplai air bersih hanya sekitar 6.000 liter. Padahal, kata dia, jumlah KK di RT-nya mencapai 70 KK.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena, transportasi yang digunakan hanya 1 unit truk tangki, di mana 1 unit truk tangki tersebut harus memenuhi kebutuhan air bersih di 6 RT di lingkungan Cipala.

Sedangkan, Supir truk tangki  yang biasa membawa air bersih di Lingkungan Cipala mengaku, untuk memenuhi kebutuhan 6 RT dibutuhkan 15-17 truk tangki dengan kapasitas 3.000 liter.

"Jadi untuk memenuhi kebutuhan air di Lingkungan ini, kadang kita angkut dari 15-17 tangki. Oleh karena itu, kami berharap kedepannya pemerintah maupun perusahaan yang ada di Cilegon mampu membantu kebutuhan air bersih untuk wilayah Cipala,” ucapnya.***

Bagikan: