Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 29.1 ° C

Jawa Barat, Provinsi dengan Jumlah Startup Terbanyak di Indonesia

Dhita Seftiawan
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mencatat, sebanyak 56 dari 396 perusahaan perintis berbasis teknologi (startup) yang muncul pada tahun ini berasal dari Jawa Barat. Hal tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling pesat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk membangun usaha baru.

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berada di peringkat ke-2 dengan pertumbuhan 39 startup, sedangkan Jawa Tengah di posisi ke-3 dengan 35 startup. Adapun Jawa Timur dan DKI Jakarta di peringkat ke-4 dan ke-5 dengan 34 dan 15 startup.

Menristekdikti Mohamad Nasir menuturkan, pertumbuhan startup secara pesat mulai terjadi pada akhir 2017. Dari ujung barat hingga paling timur Indonesia kini sudah melahirkan startup. Kendati demikian, secara keseluruhan, pertumbuhan startup memang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

“Pada 2015 hingga 2016 perkembangan startup masih didominasi di Pulau Jawa. Sejak 2017 perubahan signifikan terjadi, pertumbuhan startup menyebar ke semua wilayah. Maluku, Papua, NTT dari yang semula sama sekali tidak ada sekarang ada. Sumatera dari sedikit, sekarang banyak,” kata Nasir di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Rabu, 11 September 2019. 

Ia menjelaskan, pertumbuhan startup yang mulai merata menandakan perkembangan dan pemanfaatan teknologi tumbuh dengan baik di Indonesia. Dukungan yang besar dari pemerintah daerah turut menyumbang pertumbuhan startup.

Ia berharap, pertumbuhan startup di masing-masing daerah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Pasalnya, dalam menjalani era Revolusi Industri 4.0, peran inovasi teknologi menjadi sangat strategis dan berdampak ke segala bidang. “Saya harapkan ini tidak hanya Jawa sentris, tapi bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” katanya.

Ajang inovasi

Sebanyak 396 startup teknologi yang dibina Kemenristekdikti tersebut akan dipamerkan dalam ajang Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 3 hingga 6 Oktober 2019. Nasir mengatakan, I3E akan menghubungkan penemu (inventor), pelaku perubahan atau inovasi (inovator), pemilik modal (investor), serta masyarakat. 

Pameran I3E juga akan dimeriahkan dengan produk-produk inovasi baru dari total 1.307 startup yang sudah dibina Kemenristekdikti sejak 2014. Kemenristekdikti dalam I3E akan memfasilitasi business gathering atau match making meeting

“Dari pertemuan seperti inilah kami harapkan munculnya beberapa investor menjadi tertarik,” ujarnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe menambahkan, sebagai pelaksana program, pihaknya mencanangkan pada 2020 akan ada pemerataan jumlah startup di seluruh Indonesia. Terutama dari luar Pulau Jawa.

Menurut dia, Kemenristekdikti terus mendorong adanya afirmasi untuk program perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT), dengan penugasan khusus pada wilayah tertentu sesuai karakteristik dan sumber daya manusianya. 

“Kalau di Jawa ini, sudah dikenal bahwa kualitas SDM sudah tinggi dan perguruan tingginya sudah hebat-hebat. Tetapi saya tetap meyakini kualitas SDM di luar Pulau Jawa juga mampu bersaing positif dengan tenant di Pulau Jawa. Akan tetapi akan dibuatkan program afirmasi dahulu, sebesar 50 persen untuk tenant dari Pulau Jawa,” kata Jumain.***

Bagikan: