Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 22.6 ° C

BJ Habibie, Bandung, dan Sumbangan Besar untuk Dunia Penerbangan Indonesia

Yusuf Wijanarko
BJ Habibie menunjukan foto dia bersama pesawat hasil karyanya N250 "Gatotkaca: usai membuka pameran foto "Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri" di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu 24 Juli 2016.*/ANTARA
BJ Habibie menunjukan foto dia bersama pesawat hasil karyanya N250 "Gatotkaca: usai membuka pameran foto "Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri" di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu 24 Juli 2016.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Ada kenangan yang tidak akan pernah lekang oleh waktu dari sosok BJ Habibie di lantai 9 Ops Room Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia (Persero) Kota Bandung.

BJ Habibie meninggal dunia dalam usia 83 tahun, Rabu 11 September 2019 pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Memori di Kota Bandung tersebut adalah ruang kerja BJ Habibie selama menjadi pimpinan tertinggi PT DI yang sebelumnya bernama PT IPTN (Industri Pesawat Terbang Nurtanio).

Tepat di belakang ruang kerjanya, terdapat ruang khusus tempat BJ Habibie melepas lelah jika harus bekerja lembur selama menjadi Presiden Direktur PT IPTN.

Ruang istirahat BJ Habibie tersebut terbagi menjadi beberapa sekat seperti ruang untuk makan yang di dalamnya terdapat satu meja makan.

BJ Habibie berziarah ke makam istrinya, Hasri Ainun Habibie, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Rabu 5 Juni 2019.*/ANTARA

Di sebelah ruang makan, terdapat ruangan cukup luas dan di dalamnya masih berdiri kokoh tempat tidur dengan seprai berwarna putih, meja kecil, telefon, sofa cokelat, dan pendingin ruangan.

"Semua barang-barang yang ada di ruangan ini masih sama seperti saat Bapak (BJ Habibie) bertugas di sini. Tempat tidur, sofa itu masih sama belum diganti," kata Sekretaris Dirut PT DI tahun 2003 Pujianti, Rabu 11 Oktober 2019 malam kepada Antara.

Khusus tempat tidur di ruangan tersebut, kata Pujianti, didesain sesuai dengan tinggi badan BJ Habibie.

"Itu tempat tidurnya dibuat sesuai dengan tinggi badan beliau. Ini yang kami ubah hanya bed cover dan selimut," ujar dia.

Pujianti yang saat itu menjabat sebagai Staf Direktorat Produksi PT DI mengatakan, sosok BJ Habibie adalah pemimpin yang selalu tersenyum dan ramah kepada karyawannya.

"Dulu itu, tugas saya belakang banget tetapi terasa banget buat saya kalau beliau sudah enggak ada sekarang. Dulu, kalau beliau rapat Senin dan Kamis, beliau selalu puasa dan kami sudah menyiapkan buka puasa dan segala macamnya. Beliau itu ramah banget, selalu tersenyum," ujar Pujianti.

Menurut Pujianti, sosok BJ Habibie merupakan sosok kebanggan bagi dia dan PT DI yang dikenal sebagai pimpinan yang penyabar dan sangat kepada keluarga, khususnya sang istri, Ainun Habibie.

"Kalau saya, pastinya merasa sangat kehilangan sosok Bapak. Buat saya, Bapak itu sangat kami banggakan. Beliau sosok pemimpin yang penyabar,” ujarnya.

Kontribusi besar

Direktur Utama PT Di Elfien Goentoro mengatakan, ada sejumlah kontribusi besar yang ditorehkan dan ditinggalkan BJ Habibie selama berkiprah di industri pesawat terbang Indonesia.

"Rekam jejak beliau, di samping pendiri, penggagas, juga adalah teknologi advance. Beliau membuat terobosan, bagaimana produksi dilakukan dari assembling. Sampai kami bisa mendesain pesawat sendiri," kata Elfien Goentoro kepada Antara.

PRESIDEN Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan BJ Habibiemengenai industri penerbangan, didampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat mengunjungi gerai pameran National Innovation Forum 2015 di Puspiptek, Serpong, Tangerang, 13 April 2015.*/ANTARA

Kontribusi besar BJ Habibie kepada PT DI yang sebelumnya bernama PT IPTN ialah Pesawat NC 212-100 sampai jadi NC 212-i yang sudah memilki teknologi autopilot dan jadi pesawat andalan PT DI. Pesawat itu merupakan pesawat berpenumpang 24 orang.

Rekam jejak atau kontribusi besar lainnya adalah Pesawat CN 235. Setengah pesawat tersebut dirancang bangun oleh putra putri bangsa dan setengahnya lagi dibuat oleh perusahaan pembuat pesawat terbang, Spanyol, CASA.

"Di dunia, sudah ada 283 pesawat CN 235. Itulah kontribusi awal bagaimana putra putri bangsa di Indonesia, di industri dirgantara ini, bisa membuat setengah dari pesawat ini," kata dia.

Kontribusi besar lain dari BJ Habibie untuk PT DI adalah merancang bangun dan menerbangkan N250 yang saat itu menggunakan teknologi canggih yakni fly by wire.

"Kalau itu terus (dikembangkan), mungkin pesawat ATR tidak sebanyak ini dan N250 yang berterbangan di Indonesia. Sayang waktu itu negara kita dilanda krisis. Oleh IMF, proyek itu diberhentikan," kata dia.***

Bagikan: