Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Oknum Guru Berbuat Cabul saat Perkemahan

Wilujeng Kharisma
ILUSTRASI pencabulan.*/DOK. PR
ILUSTRASI pencabulan.*/DOK. PR

SLEMAN, (PR).- Seorang oknum guru  berinisial SUP di salah satu SD wilayah Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY dilaporkan ke Polres Sleman. Oknum guru yang sudah berstatus aparatur sipil negara (ASN) tersebut diduga melakukan pencabulan pada sedikitnya 10 muridnya.

Salah seorang orangtua korban yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan pencabulan terjadi pada Rabu, 14 Agustus 2019. Dan baru dilaporkan Kamis, 22 Agustus 2019. “Kejadiannya saat kemah di daerah Tempel,” katanya di halaman Polres Sleman, Rabu 11 September 2019.

Saat itu, dia sengaja menjenguk anaknya yang sedang kemah. Ketika bertemu, dia bertanya apakah anaknya bisa tidur dengan nyenyak atau tidak. “Katanya tidak bisa karena di tenda ada pak guru,” ujar dia menirukan jawaban anaknya.

Dia lantas curiga dengan hal tersebut. Lalu melanjutkan pertanyaan apakah guru yang saat malam di tenda melakukan perbuatan asusila. Jawaban yang dia terima dari anaknya, mengaku ada yang dipegang pada bagian kelamin dan payudara.

Penelusuran

Setelah kejadian tersebut, dia lantas membawa pulang anaknya dari acara kemah dalam rangka memperingati Hari Pramuka. Ternyata setelah dia melakukan penelusuran, korban dari perbuatan oknum guru tersebut tidak hanya satu, tapi ada sekitar 10 anak. 

“Kemungkinan jumlahnya bisa bertambah. Setelah kejadian itu, saya lapor ke kepala sekolah. Tapi ditunggu hingga seminggu tidak ada tanggapan dan respon yang positif,” ujarnya.

Orang tua siswa lain yang juga menjadi korban melapor pada UPT Pelayanan Pendidikan setempat. “Dari UPT menyarankan untuk membuat laporan polisi,” katanya.

Sejauh ini, sudah ada empat korban yang melaporkan pencabulan tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan dari anaknya dan beberapa saksi lain. “Sudah diperiksa semoga segera diproses. Ini saya juga dalam rangka mengawal kasus agar respon bisa cepat,” tuturnya.

KBO Reskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo mengatakan saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung. Beberapa saksi juga sudah dipanggil. “Laporan sudah diterima unit PPA, sekarang masih proses penyelidikan dengan memeriksa saksi,” ujar Bowo.

Bowo mengatakan, berdasarkan laporan polisi, ada empat orang yang menjadi korban. Dengan inisial KMA (11), DK (11), NMA (11) dan RN (11). Keempatnya merupakan warga Seyegan.***
 

Bagikan: