Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.2 ° C

Hampir Setiap Ibu Ingin Anaknya seperti BJ Habibie

Yusuf Wijanarko
BJ Habibie melambaikan tangan kepada warga seusai mencanangkan Gerakan Nasional Penanggulangan Masalah Pangan dan Gizi di Desa Marga Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Tangerang, Senin 2 Agustus 1999.*/ANTARA
BJ Habibie melambaikan tangan kepada warga seusai mencanangkan Gerakan Nasional Penanggulangan Masalah Pangan dan Gizi di Desa Marga Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Tangerang, Senin 2 Agustus 1999.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan BJ Habibie, salah satu tokoh terbesarnya, seorang bapak bangsa, bapak teknologi, dan seorang eyang yang dicintai seluruh rakyat Indonesia.

"Hampir setiap ibu menginginkan anaknya menjadi pintar seperti Bapak BJ Habibie," ujar Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu 11 September 2019 terkait meninggalnya BJ Habibie.

Menurut Mohamad Nasir, selama puluhan tahun, BJ Habibie telah mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta Inovasi.

"Prof. BJ Habibie adalah sosok yang sangat diidolakan semua kalangan baik dari segi intelektual, jiwa kepemimpinan, hingga rasa kasih sayang terhadap keluarga dan sesama manusia," katanya seperti dilaporkan Antara.

BJ Habibie menyampaikan pidato kepemimpinan dalam acara bertajuk Supermentor-6: Leaders di Jakarta, Minggu 17 Mei 2015 malam. BJ Habibie menyampaikan pandangannya mengenai filosofi hidup, resep sukses, etos kerja, dan ilmu kepemimpinan.*/ANTARA

Mohamad Nasir memandang BJ Habibie sebagai seorang presiden, bapak teknologi Indonesia yang menjadi menteri riset dan teknologi selama 20 tahun, dan sosok intelektual yang sukses membangun paradigma riset dan teknologi yang bisa membangun peradaban yang lebih maju untuk Indonesia.

Kontribusi BJ Habibie terhadap kemajuan bangsa Indonesia dinilai sangat inovatif, inspiratif, dan bermakna bagi kemaslahatan bangsa.

Bj Habibie menjadikan teknologi bangsa Indonesia disegani di tingkat dunia serta terus menerus menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa.

BJ Habibie meninggal Rabu 11 September 2019 sekitar pukul 18.05 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September 2019.

BJ Habibie yang lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, dalam kariernya pernah menjabat sebagai wakil presiden, menteri riset dan teknologi, dan mempelopori lahirnya industri penerbangan di Indonesia.***

Bagikan: