Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.2 ° C

BJ Habibie Akan Dimakamkan di Sebelah Makam Ainun pada Kamis, 12 September 2019

Muhammad Ashari
MANTAN Presiden BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2017. Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo tentang kinerja lembaga-lembaga negara. BJ Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun di RSPAD, Jakarta, 11 September 2019.*/ANTARA FOTO
MANTAN Presiden BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2017. Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo tentang kinerja lembaga-lembaga negara. BJ Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun di RSPAD, Jakarta, 11 September 2019.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepadanya untuk memfasilitasi hal-hal yang diperlukan untuk pemakaman Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibie. Almarhum BJ Habibie akan dimakamkam di samping makam istrinya, Ainun Habibie, di TMP Kalibata, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

“Kami sudah koordinasi, sudah disiapkan tempat pemakaman di sebelah almarhumah Ainun Habibie. Seingat saya, di slot 120 dan 121. Jadi, semuanya sudah siap dan inshaallah besok juga upacara akan dipimpin oleh Presiden,” kata dia di kantornya, Rabu, 11 September 2019, malam.

Pratikno menyatakan, pemerintah pun mengimbau masyarakat dan lembaga pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri, untuk mengibarkan bendera setengah tiang. Bendera dikibarkan hingga 14 September 2019 dalam rangka berkabung secara nasional.

“Jadi, kita akan menetapkan berkabung nasional selama tiga hari, sampai 14 september 2019,” katanya.

SEJUMLAH prajurit Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengangkat peti jenazah almarhum Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, menuju mobil ambulans di Rumah Jenazah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, 11 September 2019. BJ Habibie meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSPAD.*/ANTARA FOTO

Presiden Joko Widodo sempat mengunjungi Habibie di RSPAD pada sore hari. Namun saat Jokowi tiba, tidak lama sebelumnya BJ Habibie telah meninggal.

“Saya sampai sini, lima menit sebelumnya beliau sudah tidak ada,” kata Jokowi di RSPAD.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengucapkan bela sungkawa. Ia mengatakan, almarhum BJ Habibie dikenal sebagai seorang ilmuwan kelas dunia dan bapak teknologi Indonesia, selain juga Presiden RI ke-3.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan oleh Bapak Profesor BJ Habibie semasa hidupnya,” kata Jokowi.

Ia menambahkan, semasa hidupnya, BJ Habibie selalu menyampaikan solusi mengenai persoalan-persoalan kebangsaan. Dia pun selalu melakukan dialog dengan almarhum.

“Kadang beliau datang ke istana atau saya datang ke rumah Pak BJ Habibie. Beliau adalah negarawan yang patut dijadikan contoh dan suri tauladan dalam kehidupan,” kata Jokowi.

PRESIDEN ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), BJ Habibie, tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat, 8 Desember 2017. Habibie berharap peran ICMI bersama pemerintah dapat mengembalikan Pancasila sebagai pandangan hidup bisa diakumulasikan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pembangunan yang pro-rakyat atau ekonomi pasar Pancasila.*/ANTARA FOTO

BJ Habibie atau Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Ia menjadi Presiden sejak 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999 menggantikan Presiden RI ke-2, Soeharto. Ia cukup lama menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, yaitu sejak 29 Maret 1979 sampai 11 Maret 1998.

BJ Habibie menuntut pendidikan menengah di Sekolah Menengah Atas Kristen Dago. Ia belajar tentang teknik mesin di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1954. Pada 1955-1956, ia belajar konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat.***

Bagikan: