Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 27.3 ° C

Warga Usulkan 5 Pemekaran, Jokowi Jawab Jangan Banyak-banyak Dulu

Muhammad Ashari
FOTO ilustrasi peta pemekaran wilayah.*/ANTARA
FOTO ilustrasi peta pemekaran wilayah.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Perwakilan warga Papua sekaligus Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo menyampaikan usulan adanya 5 pemekaran wilayah di Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa 10 September 2019. Usulan tersebut disampaikan Abisai saat pertemuan antara sejumlah warga Papua dengan Jokowi.

Saat itu, Abisai mengatakan bila pemekaran di Papua hendaknya dilakukan berdasarkan wilayah adat. Di luar Papua dan Papua Barat, ia mengusulkan ada 5 wilayah yang dimekarkan berdasarkan wilayah adat tersebut.

"Kami minta kepada kepada Bapak Presiden untuk ada pemekaran provinsi lima wilayah adat  di Provinsi Papua dan Papua Barat," katanya.

Jokowi tidak langsung mengabulkan usulan pemekaran itu. Ia meminta supaya pemekaran jangan sampai 5 wilayah terlebih dahulu. "Berkaitan dengan pemekaran, jangan banyak-banyak dulu. Saya iya (setuju), tetapi mungkin sementara tidak lima dulu. Mungkin kalau enggak dua ya tiga," ujar Presiden menanggapi aspirasi tersebut.

Meski demikian, Presiden menuturkan bahwa usulan tersebut mesti dikaji terlebih dahulu. Sebab, pemekaran wilayah diatur dalam Undang-Undang.

"Ini perlu ada kajian karena undang-undangnya kelihatannya sudah mendukung ke sana dan saya memang ingin ada dari bawah usulan itu," tuturnya.

Seusai pertemuan, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tidak menjawab banyak mengenai usulan pemekaran dari Papua itu. Saat ini tengah diberlakukan moratorium pemekaran wilayah.  Ia hanya mengatakan akan melihat undang-undangnya terlebih dahulu dan belum bisa berkomentar lebih banyak.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, aspirasi pemekaran dari warga Papua itu baru sebatas usulan ke presiden. Menurutnya, presiden dikatakannya menampung masukan itu.

"Beberapa (aspirasi) memang langsung beliau jawab. Soal pemekaran, presiden mengatakan akan ada suatu pertimbangan apakah satu atau dua (wilayah yang dimekarkan). Kan begitu. Kita lihat saja nanti," ujarnya.  

Cemas

Saat menyampaikan aspirasi kepada presiden, Abisai Rollo mengatakan, ada rasa cemas dan gelisah bagi sebagian generasi muda orang asli karena Papua tertinggal dalam pendidikan. Banyak warga yang putus sekolah, menganggur serta terlibat masalah sosial.

Selain itu, perubahan profil demografi baru  juga menimbulkan kecemasan akan persaingan di berbagai sektor yang tumbuh di Papua. Persaingan di satu sisi baik untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi, namun pada sisi lain juga dapat menghilangkan akses dan kesempatan bagi pihak yang sedang merintis usahanya. 

"Dan menggantikan kearifan lokal atau adat yang keluarga kami hormati selama berabad-abad yang berhubungan dengan kosmologi dan pelestarian lingkungan sekitar," katanya.

Selain persaingan di bidang SDM, warga Papua juga dikatakannya gelisah melihat perkembangan tata ruang di Papua dan Papua Barat. Di zona-zona tertentu, sebagian orang asli Papua masih berada pada tahapan berburu dan meramu. Zona ini dikatakannya terganggu oleh kegiatan investasi.

"Kami tidak keberatan dengan masuknya investasi ke Papua karena akan menggerakkan ekonomi dan mensejahterakan kami. Namun investasi tersebut seharusnya memberdayakan sumber daya manusia di tempat investasi tersebut," kata dia.***

Bagikan: