Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Kamus Digital Bahasa Bali BASAbaliWiki Terima Penghargaan dari UNESCO

Dhita Seftiawan
TAMPILAN website BASAbaliWiki.*/DOK PR
TAMPILAN website BASAbaliWiki.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Sebuah organisasi di Bali menerima penghargaan literasi tingkat dunia dari The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Penerima penghargaan tersebut adalah BASAbali Wiki, sebuah organisasi di Bali yang berupaya melestarikan bahasa Bali melalui pembuatan aplikasi digital kamus bahasa Bali. 

Atas upaya pelestarian bahasa daerah itu, BASABali mendapatkan The UNESCO Confucius Prize for Literacy. Selain Indonesia, terdapat dua negara lain yang mendapatkan penghargaan serupa, yakni Kolombia dan Italia. 

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan, Stefania Giannini, kepada Direktur BASAbali, Gde Nala Antara, di kantor pusat UNESCO, Paris, Senin, 9 September 2019. Nala didampingi Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar, dan Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Surya Rosa Putra.

Stefania mengatakan, pada 2019, UNESCO merayakan Hari Aksara Internasional dengan tema “Literacy and Multilingualism”. Menurut dia, literasi memiliki keterkaitan dengan bahasa. Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistic, tahun ini terdapat sekira 750 juta orang dewasa di dunia yang memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar. 

“Saat ini ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan di lebih dari 200 negara, namun terdapat 2.680 bahasa yang nyaris punah,” ucap Stefania dalam siaran pers yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta yang diterima “PR”, Selasa, 10 September 2019.

Pelestarian dan digitalisasi bahasa

PENGUTAMAAN bahasa negara, Bahasa Indonesia.*/DOK KEMENDIKBUD

Gde Nala Antara menuturkan, program BASAbali menggabungkan upaya pelestarian bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa. Pria yang juga Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini mengatakan, program yang ia kembangkan merupakan integrasi pengembangan bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpusatakaan virtual. 

“Sejak diluncurkan pada tahun 2011, BASAbali Wiki telah digunakan lebih dari 500 ribu orang,” ucapnya. 

Untuk menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASAbali memiliki tim pakar yang memeriksa tiap kosakata yang diunggah dalam laman mereka https://dictionary.basabali.org. Mereka juga menyajikan kosakata bahasa daerah Bali yang disalin ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris. 

Dirjen PAUD Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar, mengatakan, kunci keberhasilan BASABali adalah melestarikan bahasa melalui penggunaan teknologi serta pemberdayaan masyarakat. Ini merupakan hasil kolaborasi para akademisi, pemerintah daerah, seniman, dan berbagai komunitas untuk turut bersama mengembangkan aplikasi BASAbali. 

“Bahasa daerah memiliki repertoar atau perbendaharaan kata yang amat beragam. Ini dapat memperkaya bahasa Indonesia,” ucapnya. 

Ia mengatakan, pemerintah telah berupaya memfasilitasi pengadopsian kosakata baru bahasa Indonesia dari bahasa daerah. “Lestarikan bahasa daerah, kembangkan bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing. Kemampuan menguasai bahasa menjadi pintu masuk untuk memelajari berbagai keterampilan agar kita memiliki SDM yang unggul menuju Indonesia maju,” katanya.***

Bagikan: