Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Dosen Teknik Elektro UI Bangun Instalasi Pompa Air Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Bersih

Bambang Arifianto
TIM Universitas Indonesia dan  Dr Chairul saat membuat instalasi pompa air bertenaga matahari‎ di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu-Minggu, 7-8 September 2019. Pompa tersebut diharapkan bisa membantu warga di daerah rawan bencana.*/DOK. HUMAS UI
TIM Universitas Indonesia dan Dr Chairul saat membuat instalasi pompa air bertenaga matahari‎ di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu-Minggu, 7-8 September 2019. Pompa tersebut diharapkan bisa membantu warga di daerah rawan bencana.*/DOK. HUMAS UI

DEPOK, (PR).- Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia menginstalasi pompa submersible yang digerakkan tenaga matahari. Pemasangan pompa ini untuk memberikan akses pasokan air bersih dengan memanfaatkan en ergi terbarukan.

Program ini diinisiasi oleh Chairul Hudaya, dosen di kampus tersebut dan telah dipasang pada 7-8 September 2019 di Masjid Al-Makmur Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kemarau panjang beberapa bulan belakangan ini membuat banyak kekeringan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk desa tersebut.

Teknologi pompa air diperlukan untuk mengalirkan air dari sumber air bersih ke penampungan air (reservoir). Pompa submersible yang dipasang di desa Sumber Jaya ini bersifat independen terhadap jaringan listrik PLN. Dengan demikian, mesin tetap dapat bekerja meski dalam keadaan darurat atau bencana.

Diharapkan, gagasan dosen FTUI itu mampu menjadi solusi atas kurangnya pasokan air bersih guna keperluan mendasar masyarakat desa seeperti mandi, mencuci dan memasak. "Dalam praktiknya, pompa listrik banyak digunakan karena lebih efektif dan efisien dibandingkan pompa mesin pembakaran dalam. Untuk itu, kami memanfaatkan energi terbarukan dalam menyediakan tenaga listriknya. Salah satu sumber energi terbarukan yang berkembang saat ini adalahphotovoltaic (PV) atau sel surya," ujar Chairul dalam siaran pers yang diterima wartawan Pikiran Rakyat, Selasa, 10 September 2019.

Dengan menggunakan PV panel, memungkinkan dihasilkan energi listrik meski di daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik konvensional. "Terlebih saat bencana alam, umumnya jaringan listrik menjadi terputus. Padahal saat bencana terjadi, listrik menjadi hal yang paling krusial untuk keperluan emergency tim relawan," tuturnya.***

Bagikan: